BERITA & CERITA

Juara Bagi Keluarga, Juara Bagi Lingkungan

04 Apr 2017

Pemenang Keluarga Palotang dari Prailangina, Yakobus, sedang mempraktikkan palotang pada pohon-pohon yang tumbuh di kebunnya.

Yakobus Hamba Ora menjadi juara pertama pada seleksi Keluarga Palotang Mandiri 2017. Palotang adalah cara bercocok tanam dengan memangkas batang-batang pohon agar tanaman bisa cepat tumbuh dengan kondisi air yang kurang. Kegiatan seleksi Keluarga Palotang Mandiri 2017 ini diinisasi oleh Program Indonesia Rural Economic Development (IRED) yang diselenggarakan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) kantor operasional Sumba Timur bersama mitra dengan pendanaan dari Pemerintah Australia.

Yakobus tak bisa menyembunyikan kebahagiannya saat mendapat juara pertama.

“Perasaan saya bangga. Ini semua berkat Tuhan yang patut disyukuri,” ujarnya.

Yakobus memiliki lahan seluas setengah hektar yang dipenuhi lebih dari 400 pohon. Berbeda dengan kondisi sekitarnya yang kering, suasana di kebun Yakobus sangat rindang dan sejuk.

Seleksi Keluarga Palotang ini diikuti oleh sembilan desa di Kecamatan Haharu yakni Rambangaru, Kadahang, Praibakul, Mbatapuhu, Matawai Pandangu, Kadahang, Wunga, Napu dan Prailangina. Sedangkan dewan juri berasal dari berbagai instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan Sumba Timur, Camat Haharu, Kapolsek Haharu dan Taman Nasional Laewangi Wanggameti Sumba Timur.

“Setelah berkeliling ke sembilan desa itu, saya baru sadar bahwa sesungguhnya Kecamatan Haharu itu tidak kering,” kata Fransiskus Pangasisi dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur.

Acara ini juga dihadiri oleh pencetus palotang sendiri yakni Anthony Thomas Rinaudo. Pria yang akrab disapa Tony ini mengapresiasi semua usaha yang telah dilakukan oleh para peserta. Baginya, semua peserta sudah menjadi juara bagi lingkungannya.

Turut hadir juga dalam acara ini Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali.

“Sudah seharusnya upaya menjaga lingkungan, memelihara debit air itu berangkat dari apa yang ada pada kita. Pemerintah berharap semangat ini bisa menular ke seluruh Sumba,” tutupnya.

 

Ditulis oleh Uliyasi Simanjuntak, IRED Communications Officer, Wahana Visi Indonesia kantor operasional Sumba Timur

Artikel Terkait

16 Aug 2019

HAN Pertama di Pedalaman Asmat

HAN Pertama di Pedalaman Asmat

Tanggal 23 Juli 2019 merupakan hari yang istimewa bagi anak-anak Indonesia, pasalnya hari…

15 Aug 2019

Memberi Hidup untuk Sesama

Memberi Hidup untuk Sesama

Hari Kemanusiaan Sedunia - Nurhayati (47), biasa disapa Nur, telah menjadi…

14 Aug 2019

Pahlawan Jamban

Pahlawan Jamban

Hari Kemanusiaan Sedunia - Tinggal jauh dari keluarga, teman dan kota…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube