BERITA & CERITA

Ketika Air Bersih Semakin Mudah Didapatkan

18 Jan 2019

Salah satu aktivitas distribusi air bersih di Desa Sajang yang diinisiasi oleh Wahana Visi Indonesia lewat Respons Tanggap Bencana Gempa Bumi Lombok.

#LombokBangkitKembali - Gempa bumi yang menerjang Lombok pada Juli 2018 silam membuat banyak pihak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok harian. Salah satunya terjadi di Desa Sajang, Kabupaten Lombok Timur. Gempa besar yang terjadi di sana membuat sumber air minum di desa tersebut rusak. Warga desa tidak lagi bisa mendapatkan air bersih dengan mudah di rumah-rumah mereka.

Amakrodi, salah satu warga asal Desa Sajang mengatakan, kejadian gempa saat itu benar-benar membuat mereka kebingungan. Warga tidak bisa mendapatkan air bersih ataupun air minum akibat listrik yang mati total.

“Pipa sepanjang sepuluh kilometer dari sumber mata air hancur setelah ada gempa. Terbawa longsor,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat hal itu terjadi, beberapa hari pasca gempa, warga akhirnya memutuskan untuk membeli air seharga Rp100.000 per 2.200 liter.

“Masing-masing kepala keluarga jadinya membeli air bersih. Air tersebut bisa kami gunakan maksimal satu minggu untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Amakrodi.

Melihat kondisi warga Desa Sajang yang serba kesulitan, Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui tim respons tanggap bencana di Lombok memutuskan untuk membantu warga di desa tersebut. Wahana Visi Indonesia bersama para warga Desa Sajang bekerjasama bahu-membahu membantu warga desa untuk kembali hidup normal sediakala lewat pengadaan distribusi air bersih.

Habibulloh, salah satu petugas distribusi air menjelaskan, proses distribusi air bersih tersebut sudah dilakukan WVI sejak Agustus 2018 lalu. Bersama dengan ketujuh rekannya, Habibulloh berkeliling ke beberapa titik di Desa Sajang untuk memberikan air bersih secara cuma-cuma.

“Kami mulai bekerja di jam delapan pagi hingga lima sore. Biasanya diutamakan berhenti di tempat-tempat umum seperti masjid, setelah itu baru ke rumah-rumah warga,” jelas Habibulloh.

Hal tersebut dibenarkan oleh Amakrodi. Salah satu titik pemberhentian terletak tidak jauh dari lokasi rumahnya. Pria paruh baya ini mengatakan, kehadiran tim distribusi air bersih sangat membantu terpenuhinya kebutuhan mereka. Setiap harinya, empat buah mobil distribusi air dengan tangki bermuatan 2.200 liter akan berkeliling untuk menyalurkan air.

“Air-air tersebut biasa kami gunakan untuk mandi, masak ataupun minum. Setiap hari per kepala keluarga bisa memberikan dua ember besar untuk diisi air,” tambah Amakrodi.

Tidak hanya memberikan distribusi air bersih secara gratis, WVI juga turut membantu warga-warga desa lainnya lewat pengadaan toilet sementara di beberapa titik di Kabupaten Lombok Timur. Dengan adanya air bersih dan toilet yang layak pakai, diharapkan masyarakat terutama anak-anak di Kabupaten Lombok Timur bisa tetap hidup sehat setelah terjadinya gempa bumi di sana.

Ditulis oleh: Putri ianne Barus, Field Communication Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

15 Aug 2019

Memberi Hidup untuk Sesama

Memberi Hidup untuk Sesama

Hari Kemanusiaan Sedunia - Nurhayati (47), biasa disapa Nur, telah menjadi…

14 Aug 2019

Pahlawan Jamban

Pahlawan Jamban

Hari Kemanusiaan Sedunia - Tinggal jauh dari keluarga, teman dan kota…

12 Aug 2019

Memanfaatkan Sampah dengan Membuat Pupuk Kompos

Memanfaatkan Sampah dengan Membuat Pupuk Kompos

#LombokBangkitKembali – Pasca satu tahun gempa pada Juli 2018 lalu di…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube