BERITA & CERITA

Kontribusi Pemerintah Daerah Bagi Pembentukan Forum Anak di Sambas

07 Feb 2020

Anggota Forum Anak di Kabupaten Sambas

Memasuki tahun ke-12 melayani di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Wahana Visi Indonesia (WVI) terus dilibatkan sebagai pendamping Forum Anak Desa (FAD). Pendampingan yang dilakukan dimulai dari pembentukan kepengurusan organisasi hingga pembinaan kegiatan. 

Awalnya, belum ada perhatian memadai dari pemerintah desa atas pentingnya pembentukan FAD di Kabupaten Sambas. Dengan pertimbangan pentingnya segera diadakan FAD tersebut, WVI menginisiasi langsung pembentukannya. 

Inisiasi ini dimulai sejak 2018 di Kecamatan Sajingan Besar. Saat itu, tantangan yang muncul adalah akses antar dusun dalam desa yang jauh. Dampaknya adalah pada keaktifan dan pendampingan intensif dari desa maupun WVI. 

Belajar dari pengalaman tersebut, WVI kemudian melibatkan pemerintah desa dalam pembentukan FAD. Pemerintah Desa sangat menyambut baik inisiatif ini. Satu per satu desa mulai menyelenggarakan pembentukan Forum Anak Desa yang terdiri dari anak-anak berusia 12-17 tahun. 

Pembentukan ini melibatkan Forum Anak Daerah Kabupaten Sambas (FADAS). Dengan intensitas pendampingan bersama pemerintah desa yang tinggi, berdampak pada kepercayaan desa terhadap keberadaan Forum Anak Desa. Hasilnya, 10 desa dampingan WVI telah memiliki Forum Anak Desa dengan SK Kepala Desa. 

Setelah SK Kepala Desa keluar, dukungan pemerintah desa perlahan meningkat. Dari sebelumnya hanya sekedar mendukung legalitas, saat ini sudah ada beberapa desa yang mengalokasikan dana desa untuk kegiatan Forum Anak Desa. Di samping itu, setidaknya ada tiga desa yang melibatkan partisipasi Forum Anak dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). 

Tiga desa tersebut adalah Desa Tambatan, Desa Sayang Sedayu, dan Desa Santaban. Partisipasi anak-anak dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bersuara mengenai kondisi desa serta program yang bisa dilakukan untuk mendukung partisipasi anak. 

Gerakan mendukung partisipasi anak yang semakin membesar ini tidak lepas dari dampak dilakukannya Deklarasi Menuju Kabupaten Layak Anak pada tahun 2017. WVI terus mendorong semua desa untuk mendukung program pemerintah tersebut. Sampai saat ini, sudah delapan desa yang mencanangkan diri untuk menuju Desa Layak Anak. Khusus di tahun 2019, satu desa yaitu Desa Lela, berkomitmen untuk menjadi Desa Layak Anak. 

Hal ini secara tidak langsung mengharuskan desa-desa tersebut untuk secara serius memperhatikan Forum Anak Desa yang sudah terbentuk di desa mereka. 

Agar dampak suara anak lebih terasa di forum-forum Musrenbangdes, Wahana Visi Indoneisa memfasilitasi pelatihan-pelatihan yang mendukung. Beberapa pelatihan itu misalnya Netizen Journalist, Public Speaking dan Penyusunan Rencana Aksi Desa bagi Desa Layak Anak. 

“Berkat pelatihan yang diadakan oleh WVI, saya yang awalnya pemalu dan takut sekali berbicara di depan orang banyak, sekarang sudah berani mewakili anak-anak menyampaikan suara anak-anak,” ujar Dwi, Ketua FAD Tambatan. 

Selain itu WVI juga memfasilitasi pelatihan bagi pendamping lokal FAD. Pendamping ini mendapatkan pelatihan tentang hak anak, partisipasi anak, perlindungan anak, dan ketrampilan memfasilitasi. Bahkan pada pelatihan terakhir, beberapa desa mengirimkan pengurus Karang Taruna untuk dilatih menjadi pendamping FAD. Hal ini sangat bagus sekali, selain karena usia mereka yang tidak berselisih jauh dengan anak-anak FAD, sehingga akan memudahkan dalam komunikasi dan memobilisasi anak-anak, tetapi juga karena selama ini belum ada pos khusus di APBDes tentang Forum Anak sehingga selalu disatukan di Karang Taruna. 

“Pengalaman saya waktu masih anak-anak dan remaja sangatlah jauh dari dikatakan baik. Banyak hal buruk yang saya lakukan. Lewat pelatihan ini saya menjadi sadar bahwa pengalaman masa lalu saya akan saya jadikan pelajaran bagi anak-anak di FAD agar tidak mengalami hal yang sama seperti saya. Biar saya saja yang mengalaminya,” ujar Hasan, Ketua Karang Taruna Desa Tri Mandayan.

Sekarang 80% desa sudah mengalokasikan anggarannya untuk aktivitas FAD. Beberapa desa sudah ada yang memberikan bantuan berupa sekretariat untuk FAD, alat-alat olah raga dan kesenian. Bahkan Desa Santaban secara khusus mengeluarkan SK untuk pendamping FAD. Semuanya untuk mendukung anak-anak berkreasi dan berekspresi. 

Saat ini, tantangan ke depan adalah memastikan konsistensi pemerintah, untuk terus melibatkan anak dalam proses perencanaan pembangunan. Tantangan tersebut menjadi tantangan bagi semua pihak, bukan saja WVI. Tujuan besarnya adalah agar suara anak bisa didengar dan diperhitungkan dalam pertemuan tingkat desa. Anak-anak inilah yang akan memiliki desa di beberapa dekade ke depan. Merekalah penentu kemajuan desanya.

 

Ditulis oleh: Tuhu Sendiko, CESP Coordinator Area Program Sambas Wahana Visi Indonesia

 

Artikel Terkait

20 Feb 2020

Pendamping yang Setia

Pendamping yang Setia

Pak Tobing (48), demikian ia biasa disapa, adalah salah satu pendamping forum anak…

06 Feb 2020

Belajar Melalui Mengajar

Belajar Melalui Mengajar

Nelson Mandela mengatakan pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kita gunakan untuk…

21 Nov 2019

Berani Bermimpi Bersama Forum Anak

Berani Bermimpi Bersama Forum Anak

Forum Anak Desa (FAD) Kemang Manis adalah satu dari 16 FAD yang didirikan…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube