DARI LAPANGAN

Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Pemenuhan Hak Anak

13 Jun 2018

Tersedianya akses sanitasi sekolah dan air bersih yang dirawat dengan baik, dapat melindungi hak kesehatan reproduksi anak

Sebuah penelitian dari Burnet Institute pada tahun 2015 menemukan bahwa 1 dari 6 anak perempuan di Indonesia tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih saat mereka sedang menstruasi. Jumlah siswi yang absen saat menstruasi lebih banyak di daerah pedesaan dibandingkan dengan daerah perkotaan.

Alasan siswi di daerah perkotaan yang absen saat menstruasi adalah merasa sakit, tidak nyaman, kelelahan dan takut baju mereka ternoda. Sementara itu, alasan absen dari siswi di daerah pedesaan adalah khawatir ada noda, diejek, dan kurangnya sarana sanitasi.

Temuan tersebut relevan dengan laporan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2017 yang menyebutkan bahwa sebanyak 25.835 sekolah di Indonesia tidak memiliki jamban, rasio jamban secara nasional adalah 1:122 untuk siswa serta 1:117 untuk siswi, dan 1 dari 3 sekolah tidak mempunyai akses air. Kondisi tersebut masih jauh di bawah standar yang ada di dalam Permendiknas 24 tahun 2007 yaitu rasio jamban yang disarankan adalah 1:60 untuk siswa dan 1:50 untuk siswi sekolah dasar, 1:40 untuk siswa dan 1:30 untuk siswi sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, jumlah minimum jamban setiap sekolah 3 unit, dan ada air bersih di setiap unit jamban.

Pada dasarnya semua anak berhak untuk mendapatkan akses terhadap lingkungan yang bersih dan sehat, termasuk sanitasi sekolah yang layak. Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) merupakan salah satu komponen penting dalam sanitasi sekolah. Siswi yang terpaksa absen saat menstruasi tentunya dapat mengurangi kesempatan belajar. Adanya sanitasi sekolah yang bersih dan aman dapat mengurangi absensi siswi, terutama saat menstruasi.

Pihak sekolah dan madrasah perlu menyediakan akses sanitasi sekolah dan air bersih serta guru yang mempunyai kapasitas memberikan edukasi kepada siswa dan siswi mereka terkait MKM. Fakta dari Plan International Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 39 persen siswi pernah diejek temannya saat menstruasi. Pendidikan yang tepat mengenai MKM juga diharapkan dapat mengurangi terjadinya perundungan (bullying) yang terjadi di antara anak perempuan maupun anak laki-laki terhadap anak perempuan yang sedang menstruasi.

Selain menurunkan tingkat absensi siswi, tersedianya akses sanitasi sekolah dan air bersih yang dirawat dengan baik, dapat melindungi hak kesehatan reproduksi mereka serta menghindarkan dari penularan penyakit seperti diare dan demam berdarah. Itu semua merupakan upaya pemenuhan hak kesehatan dasar dan kesejahteraan. Pihak sekolah perlu memastikan agar sanitasi sekolah juga bisa diakses oleh anak berkebutuhan khusus sehingga dapat memenuhi hak perlindungan khusus.

Selain guru, orang tua juga perlu meningkatkan kapasitas mengenai MKM karena pendidikan kesehatan reproduksi dimulai dari keluarga. Anak perempuan menganggap bahwa orang tua, khususnya ibu, merupakan sumber informasi yang menjadi rujukan terkait dengan menstruasi. Namun, penelitian dari Plan International Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 63 persen orang tua tidak pernah memberikan penjelasan tentang menstruasi kepada anak perempuan mereka.

Oleh karena itu, orang tua perlu membekali diri dengan informasi yang tepat terkait menstruasi sehingga mampu menjelaskannya kepada anak perempuan dan anak laki-laki.  Hal tersebut mendukung pencapaian hak anak untuk indikator pengasuhan dalam keluarga klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

 

Ditulis oleh: C. Vita Aristyanita, Behaviour Change Communication (BCC) Specialist Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

09 Aug 2018

#ResponsGempaLombok Dukung Psikososial Warga Terdampak, WVI Ciptakan Ruang Sahabat Anak

#ResponsGempaLombok Dukung Psikososial Warga Terdampak, WVI Ciptakan Ruang Sahabat Anak

Lebih dari 131 orang meninggal dunia dan lebih dari 156.000 orang masih tinggal…

06 Aug 2018

Aksi Seru di Posyandu Baru

Aksi Seru di Posyandu Baru

Kostodia Heri, Kader Posyandu Dusun Nirangkliung, Desa Nirangkliung, Kabupaten Sikka  atau biasa disapa…

02 Aug 2018

3 Tips Membagi Foto Anak di Media Sosial

3 Tips Membagi Foto Anak di Media Sosial

Kemajuan teknologi memudahkan orang tua untuk membagi dokumentasi mengenai perkembangan atau kegiatan anak-anak…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube