BERITA & CERITA

Memberi Hidup untuk Sesama

15 Aug 2019

Nur, seorang pekerja kemanusiaan yang bekerja dengan hati membantu masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Lombok Utara

Hari Kemanusiaan Sedunia - Nurhayati (47), biasa disapa Nur, telah menjadi sukarelawan sejak kembali dari Arab Saudi pada 2008. Dia meninggalkan tugasnya sebagai pekerja imigran selama tiga tahun di Arab Saudi dan memutuskan untuk kembali ke negaranya, Indonesia. Masalah ekonomi memaksanya untuk pindah dan bekerja di Arab Saudi pada 2004. 

Nur hanyalah seorang lulusan SMA. Hal ini membuatnya kesulitan mencari pekerjaan tetap sejak ia kembali ke tempat asalnya, Dusun Getak Gali di Kabupaten Lombok Utara. Dia hanya bekerja sebagai kader Posyandu dan menjadi bendahara Lembaga Perlindungan Anak untuk Kabupaten Lombok Utara. 

Tanpa bayaran, ia memberikan dirinya untuk melayani para ibu dan anak-anak, terutama untuk berbagi tentang pemberian ASI eksklusif dan Pemberian Makan Bayi dan Anak. Tak hanya itu, Nur juga terlibat dalam penyelesaian kasus pelecehan anak di Kabupaten Lombok Utara. 

Nur mengaku tidak bisa hanya santai dan tak melakukan apa pun sepulangnya dari Arab Saudi. Dia merasa harus melakukan sesuatu untuk orang-orang di desanya. 

Hingga pada 29 Juli 2018, gempa besar pertama menghantam wilayah Bayan di Kabupaten Lombok Timur yang menyebabkan lebih dari 20 orang meninggal dan ribuan lainnya luka-luka. Nur terpanggil untuk pergi ke Bayan dan melakukan pekerjaan sukarela di sana. 

Dengan inisiatif tinggi Nur mencari lembaga yang dapat menerimanya menjadi sukarelawan untuk Bayan. Singkat cerita, ia menemukan beberapa organisasi yang ingin mendistribusikan bantuan untuk Bayan dan Nur bergabung Bersama mereka. Dia melakukan perjalanan ke Bayan dan mendistribusikan bantuan selama sekitar satu minggu. 

Suatu hari, ia memutuskan untuk kembali ke Lombok Utara dan akan mempertahankan bantuan lain untuk wilayah Bayan. Tapi kemudian, gempa kedua tiba-tiba melanda Lombok pada 5 Agustus 2018. Gempa itu juga melanda desanya. 

“Ketika saya selesai menyiapkan bantuan, saya kembali ke rumah. Tiba-tiba gempa besar menghantam rumah. Saya berlari ke sisi lain rumah sementara orang lain berlari ke daerah pegunungan. Isu tsunami telah menyebar dengan segera, tetapi saya masih tinggal di desa dan mendirikan tenda dengan penduduk desa,” kata Nur. 

Pada hari pertama setelah gempa bumi, Nur merasa tidak tenang. Dia tahu bahwa ia harus melakukan sesuatu daripada duduk dan menunggu bantuan. Lantas ia kemudian pergi menemui kepala Desa Getak Gali dan menanyakan informasi dan data orang-orang di desa tersebut. Tak hanya itu, Nur juga berinisiatif mencari bantuan untuk orang-orang yang datang ke desanya. 

“Lebih dari 3.000 orang dari 7 dusun datang dan mengungsi ke desa kami. Saya merasa sedih dan memiliki panggilan untuk memberi mereka makanan dan minuman,” lanjutnya.  

Nur sangat prihatin dengan kondisi masyarakat. Dia mencoba yang terbaik untuk membantu orang-orang yang datang dan tinggal di Desa Getak Gali. Dia berkoordinasi dengan kepala desa hingga mendatangi Koramil Kabupaten (Komando Rayon Militer) untuk meminta makanan. 

“Alhamdullilah, saya mendapatkan apa yang saya butuhkan. Mereka memberi saya 100 kotak makanan, 100 kotak air kemasan, 3 karung pakaian. Lalu saya membawanya ke orang-orang yang membutuhkannya di desa,” katanya. 

Nur tahu apa yang telah ia lakukan benar-benar penting bagi orang-orang di sekitarnya, terutama untuk orang tua dan anak-anak. Dia tidak butuh uang, dia hanya melakukan pekerjaan sukarela. 

“Saya dulu tidak punya pekerjaan pasti. Apa yang saya gunakan untuk bekerja tidak menghasilkan uang sama sekali. Menjadi kader, atau sukarelawan bekerja tanpa bayaran. Saya pikir jika kita ingin belajar dan melakukan sesuatu dengan upaya, selalu ada dampak positif yang akan kita dapatkan. Kami tidak selalu harus memikirkan uang di tempat kerja, tetapi pikirkan saja pengetahuan yang kami dapatkan,” kata ibu dua anak ini. 

  

 

Bekerja untuk Kemanusiaan 

Melalui Respons Tanggap Bencana Gempa Bumi Lombok, Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerja untuk mendukung anak-anak dan masyarakat di dua wilayah kabupaten dengan fokus pada kesehatan (air, sanitasi, dan kebersihan) dan sektor pendidikan termasuk di desa tempat Nur tinggal. 

Saat ini, Nur menjadi staf lokal WVI yang bertanggung jawab dalam memantau program WASH di Kabupaten Lombok Utara. Dia bekerja dan terlibat dalam melakukan pemantauan untuk program sanitasi dan kebersihan di Kabupaten Lombok Utara. Peran ini sesuai dengan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan banyak orang. 

Nur bekerja dalam mengumpulkan data dan memantau pembangunan toilet di desa-desa. Terkadang ia menemukan penipuan warga saat menjalankan tugasnya. Dia menemukan orang-orang yang tidak menggunakan toilet sesuai fungsinya tetapi untuk menyimpan barang-barang mereka sendiri. 

“Saya hanya bisa mengatakan kepada mereka bahwa donor sangat suka jika melihat mereka menggunakan toilet dengan benar. Untungnya, mereka mengubah kebiasaan. Sekarang orang-orang telah menggunakan toilet sesuai dengan fungsinya, ”jelasnya. 

Untuk saat ini, Nur fokus pada pemeliharaan konstruksi toilet untuk sekolah, menyebarkan pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana di sekolah, mengendalikan distribusi furnitur untuk sekolah dan terlibat dalam sektor perlindungan anak.

     

“Saya sangat senang bekerja dengan Wahana Visi Indonesia. Saya belajar banyak pengetahuan baru terutama dengan program baru ini membangun toilet. Saya selalu mendorong orang untuk memiliki kebiasaan yang lebih sehat dalam menggunakan toilet, ”dia menceritakan pengalamannya. 

Di sektor perlindungan anak, Nur bekerja untuk membantu orang tua dan anak-anak mengetahui lebih banyak tentang hak dan tanggung jawab mereka dalam keluarga. 

“Kami memberi tahu orang tua tentang pentingnya pendidikan untuk anak-anak. Kami juga berbagi tentang hak anak karena mereka juga harus tahu hak mereka dalam hidup,” lanjutnya. 

Hendi Julius, mantan Response Manager di Lombok melihat Nur sebagai orang yang sangat perhatian. Dia mengatakan bahwa Nur memiliki keinginan untuk berbagi pengetahuannya untuk membuat orang tahu lebih banyak tentang sektor perlindungan anak. 

“Dia peduli tentang masalah perlindungan wanita dan anak. Dia juga sangat membantu dalam membantu orang-orang yang terkena dampak di sini,” jelas Hendi. 

Sementar itu, Lusty Budiman, staf Children in Emergency di Lombok turut mengatakan hal yang sama tentang Nur. Sebagai rekan kerjanya, ia tahu bahwa Nur adalah orang yang ramah, tetapi juga keras dalam menjalankan tugasnya, terutama terkait dengan masalah perlindungan anak di desanya. 

“Kombinasi sosok keras dan lembut ini membuatnya dapat diterima di semua kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak. Sebagian besar anak-anak dan orang dewasa yang mengalami masalah terkait dengan masalah perlindungan dapat berbagi masalahnya dengan dia,” tambah Lusty. 

Memberi kehidupan bekerja dengan masyarakat selalu menjadi pola hidup Nur. Wanita ini telah melakukan banyak hal untuk orang-orang di Kabupaten Lombok Utara. Dia berharap semua masyarakat Lombok dapat memiliki semangat tinggi untuk merangkul masa depan yang lebih cerah setelah bencana. Namun demikian, ia masih berharap bahwa setiap orang di Lombok bisa mendapatkan kebahagiaan dalam hidup mereka. 

Wahana Visi Indonesia telah bekerja di sektor WASH sejak Agustus 2018 di daerah Lombok. Dengan membentuk tim LEER (Lombok Earthquake Emergency Response), Wahana Visi Indonesia telah berkontribusi bagi masyarakat di Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara. 

Wahana Visi Indonesia telah mengalokasikan lebih dari 1.200 toilet, 551 tangki air untuk kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara dan menyelenggarakan promosi kesehatan untuk lebih dari 17.000 orang di daerah-daerah tersebut. Saat ini, Wahana Visi Indonesia masih mempersiapkan proyek pembangunan toilet di sekolah dan menyebarkan pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana di sekolah serta memberikan promosi kesehatan terkait mencuci tangan dengan sabun untuk anak-anak.

 

Ditulis oleh: Putri ianne Barus, Communications Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

14 Aug 2019

Pahlawan Jamban

Pahlawan Jamban

Hari Kemanusiaan Sedunia - Tinggal jauh dari keluarga, teman dan kota…

12 Aug 2019

Memanfaatkan Sampah dengan Membuat Pupuk Kompos

Memanfaatkan Sampah dengan Membuat Pupuk Kompos

#LombokBangkitKembali – Pasca satu tahun gempa pada Juli 2018 lalu di…

05 Aug 2019

Kursi dan Meja Baru untuk Sekolah Sementara Kami

Kursi dan Meja Baru untuk Sekolah Sementara Kami

#LombokBangkitKembali – Andang (11) tidak pernah menyangka bahwa gempa yang terjadi…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube