DARI LAPANGAN

#ProgramAsmatSehat Sistem Rujukan Anak Sakit Berbasis Kearifan Lokal

07 Sep 2018

WVI bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah mengembangkan sistem rujukan anak sakit di Asmat.

#ProgramAsmatSehat - Membangun sistem rujukan anak sakit di kampung merupakan salah satu kegiatan respons Wahana Visi Indonesia (WVI) di Asmat, Papua. Sistem ini sesuai dengan kondisi geografis kampung di Asmat mengingat setiap kampung dipisahkan dengan sungai atau kali dan membutuhkan waktu kira-kira 1 jam untuk sampai di fasilitas kesehatan dengan memakai jalur ‘kali potong’. Inipun jika air sungai bisa dilewati tetapi jika tidak, warga terpaksa memakai jalur ‘kali besar’ dan akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk sampai di fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Agats. Bagi masyarakat Sesakam, rumah sakit menjadi pilihan tempat untuk merujuk orang sakit karena jaraknya lebih dekat dibanding ke Puskesmas Ayam, salah satu puskesmas di wilayah tersebut.

Kampung Sesakam menjadi salah satu kampung dampingan dari tujuh kampung dampingan Wahana Visi Indonesia di Asmat. Dalam proses membangun kesepakatan untuk rujukan anak sakit, setiap kampung sudah mempunyai kebiasaan dalam merujuk anak sakit. Masalahnya, tidak setiap keluarga di Kampung Sesakam memiliki perahu fiber sehingga banyak keluarga harus menyewa perahu seharga Rp250.000 untuk setiap penumpang. Namun dengan inisiatif dari Kepala Kampung yang mengalokasikan Anggaran Dana Kampung untuk bahan bakar dan biaya transportasi perahu fiber, anak sakit kini bisa langsung dirujuk ke rumah sakit di Agats, ibukota Kabupaten Asmat.

Semangat gotong royong dalam merujuk anak sakit juga terlihat di Kampung Sesakam. Jika anggaran belum tersedia, keluarga yang memilki perahu fiber dan keluarga yang memiliki bahan bakar minyak (bensin campur) saling bekerja sama untuk merujuk anak sakit ke rumah sakit.

“Kami sudah mengalokasikan dana sebesar Rp50 juta dari dana kampung untuk membeli bahan bakar minyak. Bahan bakar minyak ini dipakai untuk kepentingan kampung jika harus ke Agats, termasuk untuk merujuk anak sakit. Kalau dana kampung ini belum ada, kita saling bantu, ada yang punya perahu fiber dan ada yang punya bensin campur. Itu disumbang untuk anak agar bisa dirujuk ke Agats,” ujar Alfons B. Epem, Kepala Kampung Sesakam.

Sistem kearifan lokal yang sudah ada di masyarakat ditambah dengan dukungan dana kampung, menjadikan sistem rujukan anak sakit lebih terjamin. Dalam proses ini, WVI berkontribusi untuk melatih kader Posyandu dalam pelatihan ‘5 Meja’ Posyandu, pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit berbasis Masyarakat Promotif, dan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak. Dengan pelatihan ini, kader diharapkan bisa menilai perlu atau tidaknya anak dirujuk ke rumah sakit.

Hingga saat ini, empat kampung di Asmat yaitu Kampung Akamar, Birak, Warse dan Sesakam yang didampingi oleh WVI sudah melakukan sistem rujukan anak sakit. Untuk membuat sistem ini berjalan, WVI juga melibatkan gereja, pemerintah kampung, staf puskesmas dan kader kesehatan. Kelak, setelah intervensi WVI di Asmat berakhir, sistem ini diharapkan tetap bisa berjalan dengan baik sehingga balita dan anak sakit bisa tertangani.

 

Ditulis oleh Michael Bantung, Team Leader Program Asmat Sehat, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

21 Sep 2018

#ProgramAsmatSehat Kebun Gizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

#ProgramAsmatSehat Kebun Gizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

#ProgramAsmatSehat - Kecukupan gizi adalah hal yang perlu diperhatikan untuk mengawali…

14 Sep 2018

#ProgramAsmatSehat Kunjungan Anak Sakit Tak Perlu Tunggu Jadwal Posyandu

#ProgramAsmatSehat Kunjungan Anak Sakit Tak Perlu Tunggu Jadwal Posyandu

Status Kejadian Luar Biasa campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat telah lama…

31 Aug 2018

#ProgramAsmatSehat Sigapnya Pelayanan Anak Sakit Campak dan Gizi Buruk di Asmat

#ProgramAsmatSehat Sigapnya Pelayanan Anak Sakit Campak dan Gizi Buruk di Asmat

#ProgramSehatAsmat - Pada bulan Januari 2018, campak dan gizi buruk menjadi sebuah…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube