BERITA & CERITA

Sekarang Lebih Nyaman Berkegiatan di Ruang Sahabat Anak

13 May 2019

Ruang Sahabat Anak bisa digunakan untuk aktivitas anak-anak penyintasi di Sulawesi Tengah

#SatuHatiUntukSulteng – Gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah juga dirasakan oleh masyarakat Walandano. Walandano adalah desa di Kecamatan Balaesang, Donggala, Sulawesi Tengah yang berjarak 112 kilometer dari Kota Palu. Meski lokasinya cukup jauh, Wahana Visi Indonesia tetap melakukan intervensi melalui program Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Sulawesi Tengah. Untuk menjangkau wilayah pelayanan ini, Wahana Visi Indonesia dibantu oleh kader-kader yang memiliki hati untuk melayani kegiatan di Ruang Sahabat Anak. Salah satunya adalah Marini Doge (42), seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak.

Marini Doge sudah menjadi kader sejak kegiatan Ruang Sahabat Anak dimulai di desanya. Semangat menjadi kader ini didorong juga oleh sesama rekan kader yang bersemangat berkegiatan bersama dengan anak-anak sebelumnya.

“Disini ada lima kader, dua kader cukup aktif di kegiatan sekolah minggu, dua lainnya aktif mengajar ngaji di masjid. Hanya saya yang belum berpengalaman, namun karena ajakan dari teman-teman yang sebelumnya punya pengalaman bersama anak-anak, saya pun jadi tertarik untuk bergabung,” ujar Marini.

Kegiatan Ruang Sahabat Anak ini rutin diselenggarakan di wilayah intervensi program melalui penyelenggaraan kegiatan bersama anak, mulai dari pemberian dukungan psikososial maupun kegiatan-bermain dan belajar bersama dengan anak.

Marini bersama dengan empat kader lainnya melakukan kegiatan RSA sendiri apabila tim Wahana Visi Indonesia tidak dapat hadir, mengingat jarak yang cukup jauh untuk dilalui setiap minggunya,. Dengan dibekali tema kegiatan dan materi belajar, Marini dan para kader dapat menyelenggarakan kegiatan di Ruang Sahabat Anak sendiri.

“Kami sempat mengikuti kegiatan pelatihan kader mengenai perlindungan anak serta membuat rangkaian kegiatan bersama anak. Awalnya kami menganggap kalau memukul anak supaya bisa diatur itu adalah wajar, sekarang kami tahu kalau hal itu tidak boleh. Kami menjadi tahu apa saja hak-hak mereka sebagai seorang anak, karena selama ini kami tidak tahu kalau anak ternyata juga punya hak,” kata Marini bangga menceriterakan pengalamannya.

Hal yang membuat Marini bersemangat menjadi kader adalah melihat antusiasme anak-anak. Kadang anak-anak sudah mulai berkumpul jam 1 siang padahal kegiatan baru akan dimulai jam 3 sore. Meski demikian ada juga kendala yang dihadapi melihat semangat anak-anak yang terlalu tinggi sehingga kerap membuat Marini dan kader lainnya harus lebih bisa menenangkan anak-anak agar bisa mengikuti kegiatan. Selain itu juga tempat yang terbatas membuat mereka sedikit sulit berkegiatan karena harus membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kelompok usia mereka.

Wahana Visi Indonesia melalui dukungan dari masyarakat Amerika menyediakan tenda sebagai tempat berkegiatan bagi anak-anak di Ruang Sahabat Anak. Tenda berukuran 6 kali 14 meter ini rencana tidak hanya digunakan untuk kegiatan di RSA semata namun dimaksimalkan untuk kegiatan sekolah minggu dan juga kegiatan mengaji.

“Nantinya tenda RSA ini bisa digunakan untuk semua kegiatan anak-anak baik yang sekolah minggu maupun yang belajar mengaji, sehingga ada nilai positif dari keberagaman yang muncul dari desa kami,” ujar Marini bangga.

Marini merasa bangga dengan menjadi kader. Ia merasa lebih dipandang sebagai masyarakat dan kini memiliki kemampuan untuk bisa berbagi dengan masyarakat di desanya mengenai perlindungan anak dan juga hak-hak anak. 

 

Ditulis oleh: Melya Findi Astuti, Communication Officer of CENTRE Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

17 May 2019

Geliat Semangat Pascagempa 7.4 di Palu

Geliat Semangat Pascagempa 7.4 di Palu

Nadine (7) tampak berseri-seri ketika menunjukkan papan nama usaha cuci motor milik ayahnya.…

03 May 2019

Bantuan Mulitiguna UNICEF Menyediakan Kebutuhan Keluarga Pascabencana

Bantuan Mulitiguna UNICEF Menyediakan Kebutuhan Keluarga Pascabencana

#SatuHatiUntukSulteng - Asifani adalah salah satu dari 400 orang yang mendapat…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube