BERITA & CERITA

Setitik Usaha Memberantas Masalah Gizi

18 Jun 2019

Partisipan acara ‘Praktik Pembuatan Makanan Bergizi bagi Balita’

April 2019 lalu, Wahana Visi Indonesia Area Program Timor Tengah Selatan (WVI AP TTS) bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Timor Tengah Selatan, mengadakan praktik pembuatan makanan bergizi bagi kelompok orang tua di empat desa layanan WVI; Basmuti, Kuanfatu, Bone dan Pene Utara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sub kegiatan dari Kursus Pengasuhan Tnao Paloli Lek Alekot (Menuju Pengasuhan Lebih Baik).

Kursus pengasuhan ini sendiri merupakan sebuah penelitian tindakan (Action Research) yang bertujuan untuk melihat pola pengasuhan positif, seperti apa yang ada pada budaya masyarakat di sana.  

Seorang Mama berinisial YT (57) dari Desa Bone menyatakan pendapatnya tentang makna pengasuhan. Baginya mengasuh anak ialah tindakan menjaga, atau merawat anak, memberi makan anak, memberi pakaian anak, dan menjaga anak bermain. Pendapat yang sama juga diutarakan oleh Mama WT (40) dari Desa Kuanfatu. Dengan kata lain, orang tua menganggap bahwa yang dimaksud menjaga anak adalah memperhatikan sandang, pangan, dan papan anak. Pertanyaannya kemudian, apakah perhatian tersebut sudah sampai pada sesuatu yang berkualitas?

Saat dalam perjalanan menuju ke desa, ahli gizi dari Dinkes Kabupaten TTS mengatakan bahwa TTS adalah kabupaten penyumbang gizi buruk tertinggi bagi anak. Cerita ini didapatkan ketika tim WVI mendatangi langsung masyarakat di lapangan. Kami menemukan bahwa banyak anak sekolah yang menikmati sarapan tanpa lauk. Adapula dari mereka yang tidak menyantap sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Terkadang, anak-anak juga hanya memakan nasi dengan sayur saja, tanpa lauk. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Kabid Kesmas Dinkes TTS yang menyatakan bahwa menurut hasil penelitian, masyarakat TTS masih kekurangan protein. Dengan keadaan yang demikian tidak heran kabupaten TTS menjadi kabupaten penyumbang angka gizi buruk tertinggi bagi provinsi Nusa Tenggara Timur.

Melihat isu ini, WVI ADP TTS mengajak Dinas Kesehatan untuk mengadakan ‘Praktik Pembuatan Makanan Bergizi bagi Balita’. Praktik pembuatan makanan bergizi ini menggunakan bahan pangan lokal yang ada di sekitar masyarakat. Dalam kegiatan kali ini, orang tua diajak memasak bubur jagung dan kolak jagung.

VT (39) seorang Mama dari Desa Basmuti menyatakan, “Selama ini kami buat bubur kosong, hanya beras saja, tidak pakai campuran ubi, sayur, atau telur seperti ini. Yang penting anak kami bisa makan.”

Hal serupa juga diutarakan oleh para mama di desa lainnya. Mereka mengaku selama ini hanya memasak bubur kosong tanpa campuran apapun. Dengan pekerjaan mayoritas sebagai petani, maka kandungan gizi anak menjadi sesuatu yang kurang diperhatikan bagi masyarakat di sini.

Setelah mengikuti kegiatan praktik memasak ini, VP mendapatkan kesenangan tersendiri. Kini ia dan teman-teman lainnya mendapatkan cara memasak bubur dengan nilai gizi yang tinggi.

“Kami senang, karena kami jadinya tahu, bagaimana caranya memasak bubur yang bergizi bagi anak kami.’ ‘ternyata kami tidak kekurangan makanan sebenarnya. Bahan-bahannya ada di sekitar kami. Hanya kami bingung cara mengolahnya. Beruntungnya, ada kegiatan ini sehingga kami jadi dapat tambahan informasi tentang kandungan gizi yang cukup bagi anak kami,” ujar NS (40) salah satu partisipan dari desa Bone.

 

Ditulis oleh: Karmelita Galuh Widya Sesfaot, Freelancer of TTS Area Program Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

09 Aug 2019

Menghidupkan Tanah Gersang Sekolah

Menghidupkan Tanah Gersang Sekolah

Botol air mineral bekas yang berisi air terikat di tiap pohon yang tertanam…

02 Aug 2019

Kami Orang Desa Tidak Boleh Minder

Kami Orang Desa Tidak Boleh Minder

#PekanASISedunia - Bidan Marcerina Anyen (26), biasa dipanggil Bidan Anyen, sangat…

25 Jul 2019

FOTO: WVI Sumba Timur Rayakan HAN 2019 dengan Kasih Sayang

FOTO: WVI Sumba Timur Rayakan HAN 2019 dengan Kasih Sayang

Sumba Timur merupakan kabupaten di NTT yang menerima pelaporan kasus kekerasan tertinggi terhadap…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube