BERITA & CERITA

WVI Lakukan Serah Terima Program Tanggap Bencana Kepada Pemerintah Lombok Timur

10 May 2019

Hendi Julius (tengah) bersama dengan para pemerintah lokal saat acara serah terima program di Kabupaten Lombok Timur

#LombokBangkitKembali – Pasca melayani dua kabupaten di Lombok sejak Juli 2018 lalu, Wahana Visi Indonesia (WVI) memutuskan untuk menyelesaikan program tanggap bencana yang dilakukan di Kabupaten Lombok Timur. Penyelesaian program ini turut diikuti dengan pelaksanaan serah terima program kepada pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur pada akhir April 2019 lalu.

Hendi Julius selaku Manager Tanggap Bencana Lombok mengatakan, kegiatan serah terima ini merupakan wujud nyata WVI telah sungguh-sungguh menyelesaikan pekerjaannya di kabupaten dengan keindahan alam yang memesona ini.

“Hasil dari pekerjaan yang dibangun tersebut sekarang menjadi milik dan tanggung jawab masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memelihara,” ujar Hendi.

Hendi menambahkan, penutupan program ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih bagi setiap elemen yang ada, baik pemerintah setempat maupun masyarakat yang telah berpartisipasi dalam program tanggap bencana.

Selain itu, sebagai bentuk akuntabilitas WVI, setiap capaian program dilaporkan dan dilakukan serah terima dokumen yang menyatakan bahwa setiap bangunan yang didirikan di program tanggap bencana ini sepenuhnya adalah milik masyarakat dan dapat dikelola ke depannya untuk kebutuhan bersama.

Terkait hal itu, masyarakat yang telah bekerja sama dengan WVI turut memberikan tanggapan positif terkait program telah yang dilakukan. 

“Terima kasih kami ucapkan ke teman-teman WVI. Jam 9 pagi, 1 hari setelah gempa, itu mungkin Wahana Visi yang pertama kali datang ke kantor desa. WVI adalah yang paling depan, yang pertama. Sungguh luar biasa bantuan dari teman-teman pada waktu itu. Terutama kebutuhan dasar, air bersih. Artinya bahwa WVI sudah banyak berbuat dan membantu kita masyarakat Sajang. Kami tidak dapat membalas apa yang Bapak/Ibu buat. Kami yakin apa yang Bapak/Ibu lakukan membantu masyarakat yang kelaparan, masyarakat yang ingin hidup, ini adalah tugas mulia dari Allah swt,” ujar H. Lalu Kanahan, Kepala Desa Sajang.   

Serupa dengan Kanahan, Rafiah selaku guru yang turut aktif berpartisipasi dalam program WVI pun memberikan tanggapan positif lainnya.

“29 Juli jam 6 pagi, Sembalun digoncang gempa dengan dahsyatnya. Kita semua, baik anak-anak pun merasa panik. Kepanikan itu banyak sekali dampaknya. Kami di SDN 2 Sajang kedatangan tamu yang menawarkan dirinya untuk trauma healing di sekolah, yaitu WVI. Alhamdulilah anak-anak kami semua, bahkan guru-gurunya ceria,” kenang Rafiah.

Masyarakat merasakan bahwa program tanggap bencana WVI cepat dan bermanfaat bagi mereka. Selain itu juga, program yang WVI lakukan tidak hanya pembangunan, tetapi juga pelatihan atau sosialisasi untuk membangun perilaku hidup bersih dan sehat meskipun di saat dan pascabencana.

“Kami sangat berterima kasih karena WVI memberikan kami bukan hanya bantuan, tapi ilmu, pengetahuan yang sangat banyak. WVI mengajak kami untuk hidup bersih dan sehat walaupun masih dalam situasi bencana maupun masih di tenda-tenda darurat. Kami juga diberi pengetahuan menggambarkan STBM 5 pilar, karena ilmu yang diberikan menjadi motivasi kami. Karena ilmu yang diberikan tersebut membantu kami dalam verifikasi ODF Desa Sajang berjalan lancar. Banyak bantuan, ada ilmu pengetahuan, air minum dan pengetahuan di Posyandu,” papar Nuraini, salah satu kader Posyandu di Desa Sajang.  

Tak hanya Nuraini, Kepala Sekolah SDI Al-Amanah Kampung Karya Undiadi mengatakan bahwa kehadiran WVI sangat membantu sekolahnya untuk kembali bangkit. Bangunan ruang kelas sementara jadi saksi nyatanya pekerjaan WVI bagi anak-anak di sekolahnya.

“Pascagempa gedung kami setengahnya sudah hilang. Maka trauma guru dan siswa sangat besar dengan dinding yang dibangun dari tembok atau batako. Bangunan dari WVI itu 2 lokal (kelas) langsung bisa membuat proses belajar lebih nyaman. Mereka tidak terlalu terkejut karena struktur dari bangunan yang diberikan WVI tidak memakai tembok. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada WVI, semoga teman-teman dijaga oleh Allah swt dan program terus berlanjut bermanfaat untuk manusia yang lebih banyak lagi,” jelas Undiadi.

Seluruh intervensi dan manfaat yang dirasakan masyarakat merupakan , bukan hanya usaha dari WVI, tetapi bisa tercapai karena pelibatan masyarakat dan bantuan dari donor yang mempercayakan WVI untuk mengelola dana yang dimiliki untuk meringankan beban masyarakat terdampak gempa bumi di Lombok. Kesan dan pesan dari masyarakat tersebut memotivasi tim WVI di Lombok dengan lebih luar biasa lagi untuk melayani masyarakat dan khususnya anak.

“Kami ucapkan selamat jalan kepada WVI. Supaya melanjutkan programnya ditempat yang lain,” pungkas Rafiah.

 

Ditulis oleh: Tim Akuntabilitas Respons Tanggap Bencana Lombok Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

12 Apr 2019

Komite Pengelola Air untuk Atasi Masalah Sanitasi di Lombok

Komite Pengelola Air untuk Atasi Masalah Sanitasi di Lombok

#LombokBangkitKembali – Gempa yang terjadi pada Juli 2018 lalu telah meluluhtantakkan…

15 Feb 2019

Semangat Membara Pasca Terjadinya Bencana

Semangat Membara Pasca Terjadinya Bencana

#LombokBangkitKembali - Dusun Sugiyan Baru merupakan sebuah dusun pemekaran yang terletak…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube