BERITA & CERITA

WVI Tutup Program Area di Merauke

02 Oct 2019

Perwakilan Wahana Visi Indonesia (kiri) bersama perwakilan pemerintah lokal (kanan) dalam acara penutupan Area Program Merauke

Setelah 20 tahun melakukan pengembangan berkelanjutan berbasis masyarakat, Wahana Visi Indonesia (WVI) menutup wilayah kerjanya di Merauke, Papua. Sejak awal kedatangannya pada 1999, WVI telah mendampingi puluhan ribu anak di Merauke.  

WVI bersama masyarakat dan pemerintah bekerja bersama untuk terus membangun Merauke di bidang pendidikan dan kesehatan. Selama 20 tahun pendampingan WVI menjangkau masyarakat di 21 desa pada empat distrik, yakni: Merauke (11 desa), Semangga (4), Naukenjeray (3), Malind (3) dengan fokus pada kesehatan, pendidikan, prasarana dasar serta pengorganisasian masyarakat.  

WVI secara resmi mulai masuk di Papua sejak 1996 dengan melakukan program pengembangan di Pantai Kasuari, menyusul Boven Digoel dan kemudian Maro untuk wilayah Merauke pada tahun 1999. Pada perjalanannya, WVI melihat tiga aspek yang perlu ditingkatkan dalam konteks masyarakat di wilayah Merauke, yaitu kualitas sumber daya manusia, standar pendidikan dan kualitas kesehatan disertai dengan tindakan pencegahan HIV AIDS.  

Melalui metode pengembangan wilayah jangka panjang yaitu program berkelanjutan 10-15 tahun WVI melibatkan setiap elemen masyarakat dalam meningkatkan tiga aspek utama dalam kehidupan mereka yaitu pendidikan dan kesehatan. Metode ini terus dilakukan guna mendorong kemandirian masyarakat dan meningkatkan partisipasi pemerintah serta masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan bersama guna mewujudkan kehidupan anak yang lebih utuh.  

Di bidang pendidikan, intervensi dilakukan dengan mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak dan memperbaiki institusi pendidikan. Kebutuhan pendidikan dalam hal ini adalah mulai dari menyiapkan alat tulis, seragam, peralatan olahraga, lapangan, ruang kelas yang menarik hingga pelatihan guru-guru.  

Anak-anak usia sekolah harus disiapkan untuk menjadi generasi penerus yang cerdas dan sehat melalui sejumlah program pengembangan.  Target yang hendak dicapai WVI tidak muluk-muluk yakni, semua anak bisa melakukan calistung (membaca-menulis-berhitung) dengan lancar dan menyelesaikan pendidikan dasar sembilan tahun seperti program pemerintah. Program ini dapat menjangkau 600 murid sekolah SD dan 500 murid SMP di 4 sekolah percontohan di wilayah Merauke.

“Kami mendapatkan pendampingan dan pelatihan guru dari WVI, tentang MBS (Manajemen Berbasis Sekolah).  Kami para guru belajar bagaimana agar anak-anak tidak takut datang ke sekolah. Ruang kelas kami tata sebaik dan seindah mungkin. Anak-anak duduk tidak depan-belakang lagi, tetapi melingkar. Jadi anak-anak belajar seperti sambil bermain saja. Anak-anak senang, gembira, dan mereka memberi perhatian pada apa yang dipelajari. Mereka juga aktif mencari sendiri. Anak-anak senang sekali, karena mereka bebas berekspresi. Sampai sekarang sistem ini masih saya pakai di kelas,” ujar Diana Samderubun, Kepala Sekolah SD Santa Theresia Kumbe yang mendapatkan pedampingan dari WVI sejak 2005.  

Irene Marbun, Direktur Operasional WVI mengatakan, “Wahana Visi Indonesia sungguh bersyukur untuk 20 tahun WVI di Merauke. WVI selalu memegang kredo: Mulai dari apa yang mereka miliki! Karena itu kearifan lokal warga Papua dinilai sebagai potensi yang bisa digerakkan untuk maju. Potensi-potensi inilah yang didorong oleh WVI agar terjadi transformasi menuju perubahan yang lebih baik. Terima kasih untuk semua mitra WVI di Merauke mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, keluarga dan anak anak yang selama ini bergandengan tangan dengan WVI. WVI berharap setelah ini, Merauke akan terus maju dan semakin bertransformasi untuk kehidupan anak utuh sepenuhnya.”

 

Artikel Terkait

08 Oct 2019

12 ‘Brand’ Kopi Komitmen Dukung Kesejahteraan Anak Asmat

12 ‘Brand’ Kopi Komitmen Dukung Kesejahteraan Anak Asmat

Dalam rangka Hari Kopi Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober 2019. Wahana…

13 Sep 2019

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

Pekan ASI Sedunia yang dirayakan pada minggu pertama bulan Agustus setiap tahunnya, merupakan…

30 Aug 2019

Kebun Gizi Solusi Terbaik untuk Pangan Keluarga

Kebun Gizi Solusi Terbaik untuk Pangan Keluarga

Perjuangan untuk mengonsumsi sayur segar oleh masyarakat Asmat pada umumnya dan Kampung Damen…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube