128 orang dinyatakan meninggal dunia dan lebih dari 22.000 jiwa terdampak

Pasca bencana siklon tropis Seroja di NTT yang terjadi pada Minggu, 4 April 2021, warga terdampak khususnya anak-anak masih membutuhkan perhatian dari banyak pihak. 

Berdasarkan info dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 128 orang dinyatakan meninggal dunia dan lebih dari 22.000 jiwa terdampak (7/4) di Kabupaten Flores Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur menginformasikan sebanyak 54 KK atau 165 jiwa mengungsi, sedangkan 109 KK atau 475 KK terdampak. (5/5)

Selain mengakibatkan korban jiwa, bencana juga menghancurkan ratusan rumah dan infrastruktur lainnya. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan verifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur.


Beberapa Area Pelayanan Wahana Visi Indonesia (WVI) di NTT yaitu Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Alor pun turut terkena dampak dari bencana yang terjadi.

Wahana Visi Indonesia turut merespon dampak bencana selama 3 bulan terhitung sampai 5 Juli 2021. WVI fokus untuk menyediakan sanitasi dan air bersih, perlengkapan keluarga, bantuan nontunai untuk pemulihan ekonomi keluarga, alat pelindung diri (APD), juga mitigasi bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.

Hingga kini 10.438 orang termasuk 4.533 anak telah menerima manfaat dari bantuan yang diberikan. Berikut update informasi respon Wahana Visi Indonesia :