RATUSAN WARGA LUKA-LUKA DAN RIBUAN LAINNYA HARUS MENGUNGSI

Bencana gempa bumi berkekuatan 6.2 M mengguncang Majene, Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) dini hari. Gempa susulan dengan kekuatan 5.0 M kembali terjadi pada Sabtu (16/1) pukul 06.32 WIB. Gempa bumi ini dirasakan di daerah Kabupaten Majene III MMI dan berdasarkan permodelan tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan data BNPB, sampai dengan Sabtu (16/1) pukul 06.34 WIB tercatat sekitar 637 orang mengalami luka ringan, 189 warga mengalami luka berat, dan 15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Adapun, sebanyak 42 orang dinyatakan meninggal dunia.

Mereka yang selamat secara fisik pun bukan berarti dalam keadaan baik-baik saja. Setiap bencana alam pasti menimbulkan trauma bagi para korban, terutama bagi anak-anak. Banyak anak masih takut dan trauma jika mendengar bunyi keras seperti truk akibat dari gempa yang menguncang Sulawesi Barat lalu.

Sebagai Organisasi fokus anak, WVI membantu memfasilitasi anak untuk pulih dari rasa trauma dan tetap dapat beraktifitas bersama melalui kegiatan Ruang Sahabat Anak (RSA). Tidak lupa tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menyemprot tangan dengan sanitizer sebelum aktivitas dimulai.

Bekerjasama dengan Yayasan Karampuang Mamuju, WVI telah menyalurkan kurang lebih 400 paket perlengkapan keluarga, 308 paket kebersihan dan bantuan lain yang dibutuhkan oleh warga seperti perlengkapan pengungsian seperi terpal, tikar, selimut, sarung, senter, dll. (03/02/21)

Bantuan di distribusikan ke beberapa titik, mulai dari Kalukku, Mamuju, Desa Karampuang, Tapalang, Botteng Utara dan Dungkait. Sisanya beberapa dibagikan ke pengungsi di sekitar kantor Yayasan Karampuang juga kepada rekan petugas medis di posko pengungsian.