Media Menyaksikan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Berkat Keberadaan Bank Sampah Binaan Program PHINLA

Media Menyaksikan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Berkat Keberadaan Bank Sampah Binaan Program PHINLA

Wahana Visi Indonesia (WVI) yang bergerak dalam pemberdayaan anak, keluarga, dan masyarakat mengundang media massa untuk menyaksikan langsung dampak positif yang telah dicapai oleh Program PHINLA dalam memberdayakan masyarakat lewat pengelolaan sampah.

Dalam acara yang berlangsung pada Kamis, 16 Februari itu, rombongan Media Massa mengunjungi tiga Bank Sampah binaan Program PHINLA, yaitu Bank Sampah Suka Senang yang berlokasi di Jakarta Utara dan dua Bank Sampah di Jakarta Timur yaitu Bank Sampah Jalak Green Collection dan Bank Sampah Cucokrowo.

Dalam kunjungan tersebut media menyaksikan langsung bagaimana program PHINLA dalam pengelolaan sampah dapat meningkatkan kehidupan masyarakat baik dari sisi sosial ekonomi maupun lingkungan hidup.

Di Bank Sampah Suka Senang, media melihat sendiri bagaimana peran aktif masyarakat dalam menjalankan pengelolaan sampah.

Keberadaan bank sampah yang berlokasi di Jakarta Utara yang merupakan pemukiman padat itu didukung oleh segenap komponen masyarakat.

Jika di sebagian besar bank sampah peran ibu-ibu lebih dominan, di Suka Senang ada juga pemuda dengan kebutuhan khusus yang juga aktif berperan sebagai pengurus. Sehingga kegiatan pengelolaan sampah di bank sampah ini bisa dikatakan bersifat inklusif.

Para pengurusnya pun tidak hanya aktif dalam operasional bank sampah, namun terlibat pula dalam edukasi pengelolaan sampah dari rumah ke rumah.

Salah satu dampak keaktifan pengurus bank sampah dalam melakukan sosialisasi ke warga adalah kenaikan jumlah warga yang bergabung ke bank sampah.

Dari 42 nasabah pada Juni 2021, menjadi 171 nasabah di Januari 2023. Dampaknya, jumlah sampah yang dapat dikelola oleh Bank Sampah Suka Senang juga meningkat, dari 72 kilogram di Agustus 2021, menjadi 805 kilogram di November 2022.

Sementara di Bank Sampah Jalak Green Collection (JGC), Jakarta Timur, media melihat bagaimana stakeholder pengelolaan sampah, mulai dari masyarakat, pemerintah dan pihak swasta.

Dapat berkolaborasi dalam pengelolaan sampah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bank Sampah JGC aktif menjalankan kebijakan pengelolaan sampah Peraturan Gubernur No. 77 tahun 2020 tentang pengelolaan sampah lingkup rukun warga.

Hal itu dibuktikan dengan berjalannya mekanisme penjemputan dan pengangkatan sampah terjadwal untuk sampah organik, residu, dan B3. Bank sampah ini juga telah menjalin kerjasama dengan pihak swasta.

Untuk menjalankan pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis. Jalak Green Collection juga kreatif dalam mendaur ulang sampah plastik sachet menjadi kerajinan tangan.

Dampak secara lingkungan, bank sampah JGC berkontribusi positif terhadap kenaikan jumlah ‘rumah yang melakukan pemilahan sampah’ dari 50 rumah di Januari 2022, menjadi 342 rumah di Januari 2023.

Lain lagi cerita di Bank Sampah Cucakrowo, selain menjalankan kegiatan rutin bank sampahnya, pengurus bank sampah Cucakrowo juga menjalankan kegiatan Asosiasi Simpan Pinjam untuk Kesejahteraan Anak (ASKA).

ASKA sendiri merupakan sebuah bentuk kelompok simpan pinjam yang dikembangkan oleh WVI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama anak.

Melalui kelompok ASKA, WVI mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses menabung yang dilakukan pemanfaatan dana yang mereka simpan di kelompok tersebut.

WVI memperkenalkan kegiatan ASKA sebagai salah satu inovasi kegiatan yang dapat mendukung semakin berkembangnya bank sampah. Di Bank Sampah Cucakrowo ini terdapat dua kelompok ASKA yang dijalankan oleh pengurus bank sampah.

Dan kedua ASKA tersebut terbukti telah menjadi daya tarik bagi warga untuk turut terlibat melakukan praktik pemilahan sampah, dan bergabung sebagai nasabah bank sampah.

Menurut catatan pengurus bank sampah, melalui dua kelompok ASKA yang ada di Bank Sampah Cucak Rowo ini telah berkontribusi menambah jumlah nasabah bank sampah sebanyak 59 orang.

Sepanjang berjalannya ASKA di Bank Sampah Cucokrowo ini juga terlihat dampak secara ekonomi, melalui adanya kenaikan jumlah rata-rata tabungan per anggota ASKA, dari total Rp 932.000 pada Mei 2022.

Menjadi Rp 3.711.000 pada November 2022. Dampak secara ekonomi dari keberadaan bank sampah dan ASKA ini telah dapat membantu orang tua.

Dalam menyediakan kebutuhan keluarga, dan terutama pendidikan anak seperti membayar SPP, membeli seragam, buku, dan lain-lain.

Kunjungan Media ke lokasi pengelolaan sampah, termasuk bank sampah binaan PHINLA yang dilaksanakan oleh WVI dan Divers Clean Action (DCA).

Tersebut bertujuan pula untuk memperlihatkan bahwa kolaborasi stakeholder pengelolaan sampah yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan.

Menurut Angelina Theodora, Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia (WVI), pengelolaan sampah yang dikembangkan dalam program PHINLA terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama anak-anak.

“Di lapangan, media dapat melihat sendiri bagaimana Program PHINLA untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat itu sendiri.”

Lebih lanjut Angelina mengatakan, “Program PHINLA yang saat ini berjalan di wilayah DKI Jakarta dapat pula diadaptasi oleh pemerintah daerah lainnya.

Dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

 

 

 


Artikel Terkait