Peningkatan Ekonomi Keluarga

Kemiskinan bisa mempengaruhi kehidupan seorang anak.Tingginya angka pekerja anak, malnutrisi, dan perdagangan anak dipicu oleh masalah kemiskinan.

WVI mendampingi masyarakat untuk mencari terobosan dalam mengembangkan potensi daerahnya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan anak, melalui pelatihan manajemen keuangan, menghubungkan dengan lembaga permodalan, dan membuka akses pasar.

WVI UNTUK EKONOMI

Indonesia begitu kaya dengan sumber daya alam. Tapi tahukah Anda bahwa masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan?

Wahana Visi Indonesia berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, dengan menemukan dan memaksimalkan potensi daerah. Kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi sangat penting, karena kemiskinan menjadi salah satu penyebab dalam banyaknya masalah anak di Indoneisa. Seorang anak baru bisa tumbuh secara maksimal, mengenyam pendidikan yang baik, atau mendapat haknya (tidak bekerja dan meninggalkan bangku sekolah) apabila keluarganya memiliki kesejahteraan ekonomi yang baik.

WVI melakukan penguatan ekonomi melalui beberapa cara, antara lain :

1. Pengembangan Pertanian
WVI melakukan pengembangan pertanian sekaligus membentuk cara pemasaran baru dimana hasil pertanian & peternak langsung ke pembeli, bukan ke peternak lainnya

  • 3.592 petani di tahun 2014
  • 5.675 petani di tahun 2015
  • 12 kantor operasional yang mendampingi

2. Asosiasi Simpan Pinjam untuk Kesejahteraan Anak (ASKA)
Bentuk simpan pinjam yang terbuka untuk semua orang, mudah diakses dan terorganisir untuk membentuk kebiasaan menabung.

  • 60 kelompok ASKA
  • 1.214 Anggota
  • 2.022 Miliar Rupiah Total Aset di tahun 2012-2015

 “Saya baru 10 bulan ikut ASKA, tapi sudah merasakan manfaatnya. Saya sekarang terbiasa menabung, dan akhirnya modal usaha bisa terkumpul.”  - Minarsih (38), penghuni Rusun Cilincing, Jakarta

3. Pelatihan Keuangan
Pelatihan keuangan telah diikuti oleh 5.999 orang di 30 kantor operasional (per tahun 2015)

4. Youth Entrepeneur (Wirausaha Muda)
Program Wirausaha Muda diadakan untuk membekali generasi muda untuk bisa berkarya secara mandiri. Pelatihan ini diikuti oleh 1.034 Remaja Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Surabaya.

Sebanyak 98 remaja yang mengikuti program ini telah berbisnis dan 95 remaja mengikuti beasiswa AKPINDO dan LP3I.

Info lebih lengkap mengenai dampak WVI bagi kesejahteraan anak dan kontribusi WVI untuk Sustainable Development Goals, kunjungi https://wahanavisi.org/id/media-materi/laporan-tahunan