Arti Donasi Tidak Selalu Pemberian Uang! Intip 3 Jenis Donasi Non-Uang Ini

Arti Donasi Tidak Selalu Pemberian Uang! Intip 3 Jenis Donasi Non-Uang Ini

Sebagai masyarakat Indonesia, gotong royong adalah suatu budaya yang sangat kita junjung tinggi dan salah satu wujud nyatanya adalah melalui donasi atau sumbangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), donasi berarti suatu pemberian tetap (umumnya secara fisik) dari donatur kepada perkumpulan. Pemberian ini sifatnya sukarela atau tanpa adanya imbalan yang bersifat menguntungkan pihak penderma. Donasi juga tidak bersifat memaksa atau wajib, melainkan melalui kerelaan hati.

Biasanya, donasi erat kaitannya dengan uang, namun ternyata arti donasi tidak selalu berbicara tentang itu. Donasi memiliki arti yang lebih luas, seperti memberikan apa yang kita punya.  Apa saja ya donasi yang bisa kita sumbangkan bagi mereka yang membutuhkan? Berikut 3 jenis donasi non-uang yang bisa kamu coba:

1. Donasi Darah / Donor Darah
Arti donasi disini lebih mendalam, yakni mendonorkan darah yang adalah cairan pemasok zat penting dalam tubuh manusia. Donasi darah atau donor darah adalah kegiatan yang sangat bermanfaat untuk menyumbangkan darah secara cuma-cuma. Tujuannya membantu penerima donor yang membutuhkan darah dengan golongan dan rhesus tertentu.

Donor darah juga memberikan banyak manfaat bagi si pemberinya. Donor darah secara teratur dapat menurunkan penyakit jantung karena dapat menurunkan kekentalan darah, yang mana inilah salah satu faktor penyebab penyakit jantung. Selain itu, rutin donor darah bisa membantu penurunan berat badan. Hal ini disebabkan adanya penurunan sekitar 650 kalori saat mendonorkan 450 ml darah. Dari semua manfaat yang teman-teman dapatkan saat berdonor darah, arti donasi yang sesungguhnya adalah saat teman-teman bisa menyelamatkan satu atau lebih banyak orang yang sangat membutuhkan transfusi darah.

2. Donasi Rambut
Apakah Anda familiar dengan donasi rambut? Mungkin kurang sepopuler donasi darah, tapi donasi rambut ini juga dapat membantu, khususnya mereka yang merupakan pasien penderita kanker. Rambut yang didonasikan dijadikan wig untuk digunakan pasien yang kehilangan rambutnya akibat pengobatan kanker. Seperti yang kita ketahui, pasien kanker yang menjalani kemoterapi akan mengalami kerontokan rambut yang sangat ekstrim. Hal ini merupakan konsekuensi dari obat kemoterapi yang tak mampu membedakan sel sehat dan sel berbahaya. Akibatnya, sel folikel rambut yang tidak berbahaya ikut hancur.

Bagi teman-teman yang ingin berdonasi rambut, ada beberapa persyaratan penting, seperti panjang rambut minimal 25 cm serta rambut yang disumbangkan merupakan rambut yang masih virgin atau belum pernah diwarnai. Jika rambut sudah pernah diwarnai, pastikan bahwa pewarna rambutnya telah luntur. Poin-poin ini penting sekali agar wig yang dihasilkan mempunyai warna yang seragam.

Seperti yang disinggung tadi, kegiatan ini masih belum cukup populer. Karena itu, harapannya jika Anda bersedia untuk menyumbangkan rambutnya, akan ada lebih banyak lagi donatur rambut yang terinspirasi ataupun tergerak dari langkah yang Anda ambil. Asalkan Anda berani mulai dan percaya bahwa yang kalian lakukan ini bermanfaat, jangan takut untuk donasikan rambutmu. Pada akhirnya, arti donasi rambut jauh lebih besar daripada sekedar memberikan rambut yang sudah terlalu panjang.

3. Donasi Buku
Sebagai sumber bacaan, buku memiliki segudang informasi yang sangat berguna untuk sarana edukasi. Anda pasti punya banyak buku yang mungkin sudah tidak relevan lagi, misalnya buku saat masih sekolah ataupun novel dan komik yang sudah tidak dibaca lagi. Donasi buku tentu bisa sangat bermanfaat untuk memberikan literasi bagi anak-anak yang belum punya akses semudah kita. Sebagai contoh, mereka yang tinggal di panti asuhan dan mereka yang tinggal di daerah tertinggal.

Manfaat lain dari arti donasi buku yaitu meningkatkan minat baca masyarakat karena kebiasaan membaca di Indonesia masih cukup rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurang meratanya distribusi buku. Salah satu organisasi yang menerima penyaluran buku bacaan layak baca, khususnya untuk anak-anak, adalah Wahana Visi Indonesia (WVI). Lembaga non-profit ini secara spesifik berkomitmen untuk mendukung anak-anak Indonesia untuk perubahan yang lebih baik. Bekerja sama dengan beberapa pihak eksternal yang juga peduli akan pendidikan anak, WVI kerap mengadakan event pengumpulan donasi buku, seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu melalui program Books for Hope, WVI memberikan buku bacaan untuk anak-anak di 4 RPTRA di Jakarta.

Dari seluruh jenis donasi non-uang yang telah dijabarkan, kita tahu bahwa arti donasi jauh lebih besar lagi. Apa yang kita punya sekarang ternyata bisa sangat bermanfaat untuk lebih banyak orang. Yuk mulai sortir bukumu yang masih layak baca, atau teguhkan hati kita untuk mendonasikan darah dan atau rambut bagi mereka yang membutuhkan.

 

 


Artikel Terkait