Mayella: Guru Harus Panjang Akal

Mayella: Guru Harus Panjang Akal

#BersamaMelawanCovid19 - “Guru harus panjang akal, tidak boleh menyerah pada satu situasi”. Demikianlah ungkapan Mayella Da Cunha, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, saat ditanya tentang kesiapan guru dalam mengajar di situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pada berbagai kesempatan saat bertemu dengan guru, ia selalu memotivasi guru dengan perkataan tersebut.

Meski kini setiap siswa di Kabupaten Sikka diharuskan belajar dari rumah, pemerintah tidak tinggal diam. Radio pun digunakan sebagai metode pembelajaran alternatif sejak April 2020 lalu. Melalui siaran radio, pembelajaran dilakukan untuk siswa SD kelas 4 dan 5, serta SMP kelas 7 dan 8. Sementara bagi siswa SD kelas 1-3 dilakukan pembelajaran manual dengan bimbingan dari guru. Setelah mendengarkan pembelajaran melalui radio, guru kemudian secara kelompok membimbing anak-anak untuk belajar. Tiap kelompok, biasanya diisi oleh 10 – 12 anak.

Mayella tetap menekankan kepada guru untuk mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi, yaitu menjaga jarak, menggunakan masker dan menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun di setiap titik kelompok belajar.

Diakui Mayella, memang tidak semua wilayah bisa mendapatkan siaran radio ini dikarenakan jarak dan topografi wilayah yang beragam.

“Yang paling penting adalah kemauan dan kreativitas guru untuk tetap mengajar di situasi seperti ini,” ujarnya optimis.

Pria paruh baya ini melanjutkan, metode pembelajaran melalui radio akan terus dievaluasi keefektifannya. Hampir setiap hari Mayella turun bersama pengawas sekolah melakukan pemantauan ke desa-desa untuk melihat proses pembelajaran secara langsung.

“Memang yang masih menjadi tantangan terbesarnya adalah kita masih belum terbiasa belajar dalam situasi darurat, kurangnya kreatifitas dan inovasi dari guru, ditambah lagi dengan kurangnya sarana pendukung seperti listrik ataupun alat yang lain,” ungkapnya.

Metode belajar dari rumah ini memerlukan peran orangtua yang cukup besar untuk mendampingi anak belajar. Tak sedikit orangtua yang belum memahami kondisi ini dan malah menganggap bahwa saat ini anak-anak diliburkan sekolah. Para guru pun tak henti-hentinya melakukan edukasi kepada para orang tua.

Melihat hal tersebut, saat ini Wahana Visi Indonesia Area Program Sikka sedang memproses panduan atau tips pola asuh di masa pandemic Covid-19 serta lembar aktivitas yang bisa digunakan oleh orang tua bersama anak di rumah.

Ditulis oleh: Herning Tyas Ekaristi, Staf Area Program Sikka Wahana Visi Indonesia


Artikel Terkait