Melawan Keterbatasan dengan Meraih Kesempatan

Melawan Keterbatasan dengan Meraih Kesempatan

“Saya punya mimpi, anak-anak di desa, terutama yang tergabung dalam Forum Anak, dapat menjadi anak yang berpikir kritis. Berani berpendapat, apalagi anak perempuan. Karena banyak anak yang haknya terabaikan dan mengalami kekerasan,” ujar Andini, seorang anak perempuan yang tinggal di sebuah desa kecil di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur namun berangan-angan besar. 

Sosok Andini terlihat seperti anak di desa-desa NTT pada umumnya. Ia harus berjalan kaki enam kilometer jauhnya untuk bisa bersekolah. Pagi-pagi sekali Andini sudah harus berangkat supaya tidak terlambat. Tak jarang ia tiba di sekolah dalam keadaan lelah. Jalur yang ia tempuh bukannya mulus melainkan bukit terjal, bersemak belukar. Pemandangannya hutan bambu dan persawahan. Sepertinya kondisi jalan yang buruk itu masih belum cukup menyulitkan karena Andini juga harus menyeberang sungai untuk sampai di sekolah. 

Bersekolah memang menjadi perjuangan bagi Andini, tapi ternyata ada perjuangan besar lain yang ia hadapi. Ia bersama anak-anak lain di desa harus berjuang untuk didengarkan. Berjuang untuk menjadi anak yang berani mengungkapkan aspirasi di tengah orang dewasa yang menganggap anak sebagai warga kelas dua. 

Bagi Andini, Forum Anak Desa itu mimpi yang jadi kenyataan. Bukan hanya kegiatan semata, tapi jadi sarana yang membuat Andini sadar akan pentingnya keberanian, pentingnya aspirasi anak. Siapa yang paling mengerti dunia anak selain anak itu sendiri? Oleh karena itu, seharusnya anak-anak diberi ruang yang sama untuk beraspirasi dan didorong untuk berani beraspirasi. 

“Dalam Forum Anak Desa, saya diberikan ruang untuk meluapkan ekspresi saya, mengungkapkan semua perasaan yang saya alami. Bagi saya, Forum Anak merupakan wadah yang sangat baik untuk anak-anak belajar berpartisipasi, meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan meningkatkan rasa percaya diri,” tuturnya. 

Karena tentu sangat sulit bagi seorang anak mengungkapkan pendapat pada lingkungan yang tidak menganggap suara anak itu berharga. Semangat beraspirasi itu pun dengan mudahnya melorot dan menciut karena terbentur segala keterbatasan. Kesempatan untuk bersuara pun tak pernah Andini dan anak-anak lain bayangkan sebelum ada Forum Anak Desa. 

“Ada orang-orang yang berpikir negatif tentang Forum Anak. Masyarakat menganggap Forum Anak hanya sebagai wadah nongkrong dan tidak bermanfaat. Masyarakat menginginkan agar anak hidup sebagai masyarakat biasa saja, tanpa ada Forum Anak,” cerita Andini. Padahal ia merasa Forum Anak adalah wadah yang sangat berarti bagi anak-anak di desa. “Dengan bekal yang saya dan teman-teman dapat dari Forum Anak, kami sudah berani bertanya pada pemerintah mengenai alokasi dana untuk Forum Anak Desa saat ikut pertemuan diseminasi Desa Layak Anak di Kabupaten Nagekeo,” ujar ketua Forum Anak di desa ini. Selain itu, Forum Anak Desa yang ia pimpin pun sudah berhasil menyelenggarakan perayaan Hari Anak Nasional di desa pada Juli 2023 lalu. Bagi Andini dan anggota Forum Anak lainnya, yang tidak terbiasa berpartisipasi aktif, pengalaman ini menjadi momen yang berharga dan mengubahkan kehidupan mereka. 

Sebagai ketua, Andini berhasil menjadi sosok pemimpin yang mampu memotivasi dan memfasilitasi anggota-anggotanya. Ia pun luwes dan cerdas saat menyampaikan pendapat di hadapan masyarakat maupun pemerintah. Andini yang sekarang sudah berani beraspirasi dan pandai berorganisasi memiliki seorang panutan yang bernama Ibu Yuli. “Ibu Yuli adalah orang yang selalu support dan dengan sabar mengajarkan banyak hal untuk saya. Banyak yang sudah Bu Yuli perjuangkan bersama saya. Mulai dari meminjamkan handphone-nya untuk saya pakai mengikuti berbagai kegiatan online karena saya sendiri tidak punya handphone, hingga terus-menerus menularkan semangat untuk Forum Anak Desa,” cerita Andini. 

“Kalau tidak ada Forum Anak Desa...saya tidak akan punya kesempatan belajar banyak hal baru di luar sekolah. Saya tidak bisa public speaking, tidak bisa menjadi anggota Dewan Penasehat Anak, tidak dikenal banyak orang, kurang mendapat informasi tentang isu-isu anak, serta kegiatan lain yang menunjang,” ujarnya.  

Tanpa Forum Anak, Andini tidak akan pernah menjadi anak yang berani menjadi pelopor serta pelapor atas setiap kejadian yang dialaminya dan anak-anak lain. Tanpa Forum Anak, Andini juga tidak akan memiliki keberanian, semangat, serta keahlian untuk memperjuangkan kesejahteraan anak-anak di desanya. Tanpa Forum Anak, mungkin Andini dan anak-anak lain di desanya akan terus tertahan oleh keterbatasan. 

 

Penulis: Mariana Kurniawati (Communication Executive


Artikel Terkait