Pentingnya Suara Anak di Desa-desa Terjauh

Pentingnya Suara Anak di Desa-desa Terjauh

Fajri (17) seorang pelajar sekaligus ketua Forum Anak Ito Soungane, menjadi contoh bagaimana pendampingan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) mampu menyadarkan anak dan masyarakat akan pentingnya suara anak. Anak-anak ternyata bisa menjadi penggerak perubahan yang berani menyuarakan hak-haknya di desa, bahkan hingga didengar oleh pemerintah dan masyarakat.

Fajri kini dikenal sebagai salah satu suara anak yang paling berpengaruh di desanya. Sebagai ketua Forum Anak, ia aktif menyampaikan aspirasi anak-anak dalam berbagai forum resmi termasuk musrenbang desa. Ia juga mendorong penanganan akan isu-isu penting seperti ruang bermain anak, pendidikan layak, serta perlindungan anak dari kekerasan. Karena upayanya, ia dipercaya tidak hanya oleh teman-temannya, tetapi juga oleh para pemangku kebijakan.

Transformasi Fajri bermula dari pelatihan peningkatan kapasitas Forum Anak yang diselenggarakan WVI di Kota Palu. Dari kegiatan itu, ia menyadari bahwa anak-anak juga memliki hak untuk bersuara dan dapat menjadi agen perubahan. Pelatihan itulah yang membangun kepercayaan dirinya dalam berbicara di depan umum, memimpin, dan menyampaikan pendapat secara berani dan tepat.

Sebelum terlibat dalam pelatihan WVI, Fajri adalah remaja yang takut bicara di hadapan orang banyak, terutama di depan orang dewasa atau pemerintah. Bahkan, ia sering mengalami perundungan di sekolah, kerap diejek "gendut" oleh teman-temannya. Namun melalui perannya di Forum Anak, ia belajar memimpin dirinya sendiri. Perundungan yang ia alami justru menjadi motivasi baginya untuk menyuarakan kampanye stop bullying di sekolah dan di desanya.

Fajri tumbuh di sebuah desa indah di tepi Teluk Tomini, tempat dengan alam yang memukai namun penuh tantangan bagi pemenuhan hak anak. Dulu ia hanya bisa merasakan persolan di sekitarnya tanpa tahu cara menyampaikannya. Kini berkat ilmu dan pendampingan dari WVI, ia tidak hanya berkembang secara pribadi, tetapi juga membagikan pengetahuannya kepada teman-temannya di Forum Anak dan sekolah.

Bagi Fajri, pendampingan WVI bukan hanya sekedar memfasilitasi anak, tetapi sumber harapan bagi anak-anak di desa. Ia berharap semakin banyak anak muda yang bangkit, sadar akan hak mereka, dan berani memperjuangkannya.

  

 

Penulis: Jain Marlinda (Penyedia Jasa Individu untuk kantor operasional WVI di Parigi Moutong) 

Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive) 


Artikel Terkait