Usaha Warungku Kembali Pulih Usai Gempa

Usaha Warungku Kembali Pulih Usai Gempa

Andi Sahria (42) sudah lama menjadi seorang pedagang makanan di Kelurahan Watusampu,  Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Ibu empat orang anak ini berdagang di warung 'Angkringan Watzhu' bersama suaminya setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Karena letaknya di dekat pelabuhan jadi pelanggan saya waktu itu sudah banyak. Rata-rata karyawan di dekat sini,” katanya.

Sayangnya gempa bermagnitudo 7,4 pada 28 September 2018 turut menghancurkan sebagian warung yang menjadi sumber mata pencahariannya termasuk bangunan dan peralatan memasak.

“Saya terdampak gempa. Etalase, peralatan masak, piring, semua pecah dan hancur. Meski jadi korban juga, ada keinginan kami untuk segera bangkit, tidak mau susah dan tidak mau dikasihani walaupun kami secara keuangan dan modal membuka usaha sangat kesulitan saat itu,” lanjut Andi.

Andi dan suaminya sempat bekerja serabutan usai gempa. Hingga akhirnya pada tahun 2019, Andi mengusulkan proposal kepada WVI untuk membuka kembali usahanya. Usulah proposal ini merupakan bagian dari pendampingan WVI lewat program pendampingan Small Medium Enterprise (SME) yang didukung penuh oleh Aktion Deutschland Hilft (ADH). Proposal Andi pun diterima, ia lalu mendapat insentif sebesar Rp 4 juta yang ia gunakan sebagai modal membuka kembali usaha warungnya.

Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Dengan modal yang didapat, suami istri ini kembali membuka usaha warung makan.

Alhamdulillah, dengan modal yang kami dapat dari program WVI, kami bisa membeli kembali piring-piring yang sudah pecah, mengganti kursi yang sudah rusak, dan mengganti peralatan dapur. Sekarang warung kami sudah buka. Warung ini awalnya cuma bisa jual delapan jenis lauk saja, tapi sekarang sudah macam-macam seperti coto, rawon dan lainnya,” cerita Andi.

Tak hanya itu, warungnya kini menjadi kepercayaan sejumlah perusahaan sekitar untuk menyediakan katering harian. Bahkan, saat ini kantor Angkatan Laut di dekat warung Andi memesan katering makan siang dari hari Senin hingga Jumat. Dengan keadaan warungnya yang sekarang, Andi sangat bersyukur karena hal ini memberi dampak positif bagi keluarganya terutama anak-anak Andi.

“Secara pribadi, saya sangat bersyukur karena sangat terbantu. Sekarang saya bisa membiayai sekolah anak saya termasuk memberi uang jajan serta membeli buku dan seragam. Alhamdulillah terima kasih WVI dan ADH,” katanya senang.

Program pendampingan SME adalah salah satu program pemulihan ekonomi pascabencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah yang terjadi pada tahun 2018 lalu. Total, 320 pengusaha kecil dan menengah di Kelurahan Tipo, Kelurahan Watusampu, Desa Bangga, dan Desa Lero Tatari  mendapat pendampingan ini.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Communications Officer, Wahana Visi Indonesia


Artikel Terkait