Bantuan Nontunai untuk Penyintas Gempa Sulawesi Barat

Bantuan Nontunai untuk Penyintas Gempa Sulawesi Barat

Wahana Visi Indonesia (WVI) mendistribusikan bantuan nontunai/cash voucher program untuk 1.430 rumah tangga penyintas gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Bantuan nontunai ini untuk memastikan para penyintas dapat memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan, papan mereka sambil kembali menata mata pencaharian untuk kembali pulih secara ekonomi.

Distribusi bantuan berlangsung pekan lalu hingga tanggal 6 Maret 2021. WVI bekerja sama dengan Kantor Pos, Yayasan Karampuang dan Sigap KerLip dalam proses distribusi tersebut dengan membagikan bantuan dalam bentuk wesel senilai Rp700.000 yang langsung dicairkan oleh keluarga penerima. Bantuan diberikan untuk mendukung pemulihan ekonomi kepala keluarga yang terdampak akibat gempa. Bantuan nontunai ini juga merupakan program yang didukung oleh STARTFUND dari Inggris dalam merespons bencana gempa bumi di Sulawesi Barat.

Proses distribusi bantuan nontunai dilakukan menggunakan sistem LMMS (Last Mile Mobile Solution) untuk mendaftar para penerima manfaat dalam proses distribusi serta tracking absen kegiatan. Hal ini memungkinkan pengiriman data menjadi lebih sederhana, mudah dan cepat. Metode ini juga memungkinkan proses distribusi bantuan tepat sasaran dan lebih akuntabel.

Alhamdulillah, saya dapat uang Rp700.000, uang akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan dan juga untuk memperbaiki rumah saya yang rusak,” kata Erna (30), warga Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Majene.

Koordinator Desk Relawan Provinsi Sulawesi Barat, Kartini Hanafi Idris, yang berkunjung ke lokasi distribusi di Botteng Utara, Mamuju, menyampaikan apresiasinya atas distribusi bantuan nontunai tersebut. “Saya salut dan bangga kepada Wahana Visi Indonesia dan Yayasan Karampuang akan adanya bantuan nontunai ini di wilayah Mamuju. Terima kasih untuk para relawan yang terus memberikan yang terbaik kepada para korban gempa 15 Januari lalu,” ujarnya.

Sebelumnya, WVI bekerja sama dengan Sigap KerLip dan Yayasan Karampuang telah melakukan respons tanggap darurat dengan distribusi berbagai bentuk bantuan, termasuk pengadaan Ruang Sahabat Anak di lokasi hunian sementara di Mamuju dan Majene. Sedikitnya 600 anak telah mengikuti berbagai kegiatan, bermain dan belajar di Ruang Sahabat Anak dengan pendampingan para guru dan fasilitator yang telah dilatih.

Sebanyak 230 guru, komunitas dan pemimpin agama telah mendapat pelatihan psikososial di Mamuju dan Majene. Atas kerja sama WVI dengan Global Rescue Network dan Dinas Kesehatan Majene, para guru yang mengikuti pelatihan psikososial juga telah mengikuti tes rapid antigen COVID-19.


Ditulis oleh Amanda Putri, Media Relations Executive, Wahana Visi Indonesia


Artikel Terkait