Mengajar 1 Jam Sehari

Mengajar 1 Jam Sehari

#BersamaMelawanCovid19 - Pandemi corona yang terjadi hampir tiga bulan belakangan ini memang sangat membuat aktivitas terbatas, bahkan kegiatan belajar mengajar pun ikut berdampak dan mengharuskan siswa, orang tua dan tenaga pengajar untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah. Kegiatan belajar dari rumah ini tentunya ada kendala tersendiri karena jika di kota para guru bisa memberikan tugas secara daring, dan murid bisa dengan mudah mengakses karena sinyal juga baik. Tapi tidak dengan anak-anak di desa. Menurut anak-anak ini, mereka sedang berlibur dan bukan belajar di rumah.

Melihat kondisi seperti ini, Supinawati, guru SD 19 di Desa Nyangau, Kabupaten Melawi mengambil inisiatif untuk tetap mengajar anak-anak. Hanya saja kali ini ia mengubah pola pembelajaran.

Ibu Upik, begitu ia kerap disapa, memulai mengajar anak-anak di awal Mei 2020. Ia membagi anak-anak ke dalam dua kelompok dan setiap kelompok terdapat empat orang anak. Ibu Upik menyisihkan waktu untuk mengajar selama satu jam sehari. Biasanya Bu Upik mengajar pada pukul 09.00 atau 16.00, dan dalam seminggu ada tiga hari beliau gunakan untuk mengajar anak-anak.

“Anak-anak dibagi menjadi dua kelompok, seperti anak-anak kelas satu misalnya ada delapan anak dan dibagi menjadi empat orang di setiap kelompoknya. Tujuannya biar tidak terlalu rame dan anak-anak juga saya tetap menggunakan masker saat proses mengajar berlangsung,” jelas guru yang juga menjabat sebagai PJ Kepala Desa ini.

Menurut Ibu Upik, apa yang dilakukannya bagi anak-anak tersebut mendapatkan tanggapan positif dari orang tua.

“Saya bersyukur para orang tua merespons baik apa yang saya lakukan, karena kasihan anak-anak jika di situasi seperti dibiarkan begitu saja, sedangkan orangtua mereka selalu ke ladang di pagi hari dan pulang sore hari, dan anak-anak hanya bermain saja,” tambahnya.  

Disela-sela kepadatan aktivitas hariannya, tentunya bukan perkara mudah membagi waktu untuk anak-anak dan juga urusan desa, tetapi itu bukan menjadi penghambat terbesar bagi seorang Ibu Upik.  Bagi anak-anak, dirinya tetaplah sosok guru yang mengajarkan mereka banyak hal.

Melihat anak-anak semangat belajar di masa pandemi dan keinginan mereka yang senang tetap belajar dengan kondisi yang berbeda dari biasanya dan sederhana setidaknya anak-anak ini tidak tertinggal pelajaran saat situasi kembali normal dan anak-anak bisa kembali ke sekolah lagi.
 

Ditulis oleh : Noviana Via Dollorossa Limbong, External FF Area Program Melawi Sintang Wahana Visi Indonesia


Artikel Terkait