Semangat Membantu Nurjannah

Semangat Membantu Nurjannah

Nurjannah (37), seorang difabel asal Kota Ternate, tak mau menyerah dengan keadaannya. Bahkan, pemilik UMKM Batik Mayana yang juga merupakan sekretaris Ikatan Keluarga Disabilitas Kota Ternate ini terbilang istimewa. Meski dalam kondisi difabel, semangatnya untuk memberi manfaat pada orang lain sangat membara.

“Kondisi saya dan suami difabel. Namun, saya ingin belajar usaha. Akhirnya mulai tahun 2013 saya mencoba usaha yang bergerak di bidang kuliner. Banyak teman yang penasaran, bagaimana bisa dengan kondisi seperti saya bisa menjalankan usaha. Akhirnya saya pun membuat pelatihan untuk para penyandang disabilitas,” kata Jannah, sapaan akrabnya.

Seluruh pelatihan itu diberikannya secara gratis, tanpa memungut biaya kepada para peserta. Jannah pun mendirikan Lembaga Pendidikan Keterampilan Khusus bagi para penyandang disabilitas, anak putus sekolah, dan para janda.

Hingga kini, usahanya berkembang hingga mencakup bidang garmen. Setidaknya 34 orang pekerja ikut membantu usahanya, di mana sebanyak 32 orang di antaranya merupakan penyandang disabilitas. Kondisinya berbeda-beda, tetapi Jannah dapat mengatur dan memberikan porsi yang sesuai untuk orang-orang yang membantunya tersebut.

“Mereka sangat bersemangat dan produktif dalam bekerja,” jelasnya.

Menurut Jannah, puncak kejayaan bisnisnya justru datang saat kondisi pandemi Covid-19 terjadi seperti saat ini. Selain membuat batik, perempuan pemilik Serba Usaha ini juga memproduksi beberapa minuman herbal instan, seperti kopi jahe dan air guraka instan. Produk tersebut dapat meningkatkan daya imun tubuh dan dicari banyak orang. Seluruh katalog produknya bisa dilihat melalui akun media sosial miliknya @nurjannah9984.

Usaha garmen yang dijalani Jannah juga tidak mati. Wahana Visi Indonesia melalui proyek I-COPE yang didanai Uni Eropa turut mendorong Jannah untuk mengasah kreativitas yang dimilikinya.

Melalui inovasi untuk memproduksi APD berupa masker kain tiga lapis yang akan dipakai dalam berbagai pelatihan dan pertemuan tatap muka, Jannah kini dapat bergerak lebih banyak bagi para difabel lainnya di Kota Ternate.

“Kami jadi bisa melibatkan banyak pekerja difabel untuk ikut membantu, ini berkah untuk mereka,” pungkasnya. 

Ditulis oleh: Staf Proyek I-COPE Wahana Visi Indonesia

Materi publikasi ini diproduksi dengan bantuan hibah dari Uni Eropa. Pendapat/pandangan yang dinyatakan dalam materi publikasi ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Wahana Visi Indonesia dan bukan mencerminkan pendapat/ pandangan Uni Eropa.


Artikel Terkait