Tidak Lagi Turun Bukit

Tidak Lagi Turun Bukit

Keterbatasan akses air bersih sudah cukup lama dirasakan oleh warga desa di Sumba Barat Daya. Anak-anak dan masyarakat perlu berjalan sangat jauh untuk mendapatkan air, termasuk Bapa Aldo dan keluarganya.

Salah satu kampung yang Wahana Visi Indonesia (WVI) dampingi terletak cukup jauh di atas bukit. Tidak terbayangkan bagaimana anak dan masyarakat mendapatkan air. Biasanya air itu adanya di lembah, sedangkan pemukiman terletak di puncak. Jalan yang cukup terjal pasti menyulitkan.  

Namun, sore hari itu terasa berbeda karena sebentar lagi anak dan masyarakat akan menikmati air bersih yang tersedia di depan rumah. Berkat dukungan donor dan kerja sama yang baik antara WVI dan masyarakat, kampung ini bisa melakukan pemasangan pipa air yang menghubungkan bak penampung dengan keran umum di dekat kampung.

Seluruh warga kampung bergotong royong memikul pipa dan menariknya sesuai jalur yang sudah ditentukan. Ternyata pipanya cukup berat. Jalur yang dilewati juga menanjak. Proses pemasangan pipa cukup menantang namun semua bisa terlalui karena harapan akses air bersih sudah bukan cuma angan-angan lagi.

"Dulu kami harus turun ke sana kalau mau ambil air," ujar Bapa Aldo sambil menunjuk ke bawah. "Tapi sekarang kami senang karena air sudah semakin dekat dengan kami. Kami tidak perlu lagi jalan jauh turun ke tempat tadi," tambahnya.

Dengan cekatan, Bapa Aldo dan beberapa teman lainnya memasang persambungan pipa. Di ujung lain, anak-anak tampak girang menikmati air dari bak penampung. "Kami senang sekali karena air sudah dekat," ujar mereka.

 

 

Penulis: Ventia Sabathini (Manager kantor operasional WVI di Sumba Barat Daya) 

Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)


Artikel Terkait