Akhirnya Aku Melaut Lagi

Akhirnya Aku Melaut Lagi

Satu-satunya harapan Allaf sebagai seorang nelayan nyaris musnah saat gempa bumi bermagnitudo 7,4 menerjang Palu, Sigi, dan Donggala pada 28 September 2018. Bencana ini memporak-porandakan pesisir pantai dan menghantam satu-satunya perahu milik Allaf yang ia gunakan sehari-hari untuk melaut. Setelah sempat mengungsi beberapa bulan di tempat tinggal sementara, Allaf akhirnya bisa kembali ke desanya. Sayangnya Allaf saat itu tak punya lagi perahu untuk melaut. Ia terpaksa bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Sesudah gempa, mata pencaharian saya hilang. Saya terpaksa bekerja sebagai buruh kasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya,” ceritanya.

Allaf bukan satu-satunya nelayan yang mengalami nasib serupa. Ratusan petani lain di Desa Marana, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, juga bernasib sama. Menjadi buruh kasar tentu bukan perkara mudah bagi Allaf. Hasil yang peroleh untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tentu tak sebanyak jika ia melaut karena tidak setiap hari ia mendapat pekerjaan serabutan tersebut.

Pada tahun 2019, Allaf menjadi salah satu nelayan yang mendapat bantuan melalui program bantuan nelayan Wahana Visi Indonesia (WVI) yang didukung penuh oleh Disasters Emergency Committee (DEC). Alaff termasuk nelayan di Kabupaten Donggala yang mendapat bantuan perahu. Melalui mekanisme Bantuan Nontunai, Alaff memiliki kebebsan untuk memilih vendor pembuatan perahu dengan biaya pembuatan yang ditransfer ke rekening bank miliknya. Selain itu Allaf bisa membeli peralatan melaut di bazar menggunakan mekanisme serupa.

Tak hanya itu, Allaf serta nelayan lain juga mendapat pelatihan peningkatan kapasitas terhadap literasi keuangan, asuransi ketenagakerjaan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Palu, dan sekolah lapang nelayan bekerja sama dengan BMKG Provinsi Sulawesi Tengah pemahaman akan risiko saat melakukan aktivitas melaut.

“Saya sangat terbantu dengan perahu ini dan pelatihan-pelatihan yang diberikan. Sekarang saya bisa melaut lagi. Terima kasih,” katanya.

Program bantuan nelayan diberikan untuk 130 nelayan di Kabupaten Donggala (82 di Desa Lombonga dan 48 di Desa Marana). Sementara itu bantuan pembuatan perahu diberikan kepada 99 nelayan yang terdampak bencana. Seluruh proses ini melibatkan nelayan baik secara individu maupun kelompok dalam mengawasi waktu penyelesaian dan kualitas perahu yang akan mereka gunakan.

Ditulis oleh Rena Tanjung, Communications Officer, Wahana Visi Indonesia


Artikel Terkait