Fasilitator Desa, Aktor Penggerak Perubahan BUMDes

Fasilitator Desa, Aktor Penggerak Perubahan BUMDes

Kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi suatu pendekatan baru dalam usaha peningkatan ekonomi desa berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Wahana Visi Indonesia (WVI) merasa perlu untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dalam mengelola BUMDes dengan cara menciptakan para fasilitator desa sebagai penggerak perubahan BUMDes.

Melalui pelatihan bersama mitra kerja (YAO), WVI melalui proyek Envision yang didanai oleh Uni Eropa, telah melatih puluhan fasilitator desa yang berasal dari beberapa desa di Kabupaten Kupang. Pelatihan ini dilakukan dengan metode pendekatan Gender Equality Social Inclusive (GESI) dan Citizen Voice and Action (CVA) guna memberikan penguatan dan pemahaman serta kebijakan-kebijakan terkait desa, pembangunan ekonomi desa, BUMDes, proses perencanaan dan pengawasan pembangunan di desa, serta untuk mengajarkan fasilitator desa terkait melakukan pendidikan warga kepada masyarakat.

Yane Iriance (33), seorang fasilitator desa yang terpilih mengikuti pelatihan mengatakan, dirinya mendapatkan pengetahuan baru terkait bagaimana memberikan pengetahuan dan kesadaran kritis masyarakat agar masyarakat mampu menanggulangi kemiskinan secara terorganisasi dan meningkatkan pelayanan dan mempengaruhi kebijakan.  

“Kami para fasilitator desa pun difasilitasi untuk dapat menyampaikan setiap konsep yang direncanakan dalam rencana aksi kedepan melalui praktek dalam kelompok kecil,” cerita Yane.

Yane juga belajar, bahwa BUMDes ternyata tidak dengan mudah dibentuk, harus ada standar dan acuan tertentu. Hal ini menjadi pengetahuan baru bagi para fasilitator desa yang terpilih.

Para fasilitator juga diajarkan untuk mendampingi perkembangan BUMDes dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Berbagai materi terkait membangun kesetaraan gender dan inklusif sosial, serta bagaimana mengatasi ketidakadilan gender juga menjadi fokus pelatihan WVI kepada para fasiliitator.

“Semua pengetahuan dan pengalaman yang didapat akan menjadi kekuatan bagi kami para fasilitator desa dalam membantu mendampingi dan mengawasi perkembangan BUMDes ke depan demi pembangunan ekonomi masyarakat secara inklusif,” pungkas Yane.

Ditulis oleh: Paulus Rassa, Fasilitator Lapangan Proyek Envision Wahana Visi Indonesia

Materi publikasi ini diproduksi dengan bantuan hibah dari Uni Eropa. Pendapat/pandangan yang dinyatakan dalam materi publikasi ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Wahana Visi Indonesia dan bukan mencerminkan pendapat/ pandangan Uni Eropa


Artikel Terkait