Tingkatkan Minat Belajar Siwa, Lina Praktikkan Cara Ini

Tingkatkan Minat Belajar Siwa, Lina Praktikkan Cara Ini

Menjadi seorang guru tidaklah mudah khususnya di daerah tertinggal. Itulah yang dialami Lina (40 thn) sebagai guru di salah satu sekolah di Kabupaten Landak. Kurangnya minat belajar siswa menjadi tantangan tersendiri bagi Lina. Ditambah lagi dengan rendahnya kemampuan membaca siswanya. “Siswa saya banyak yang ijin ke toilet, padahal mereka tidak benar-benar pergi ke toilet” ujar Lina.

Dengan mengikuti pelatihan Wahana Literasi dari Wahana Visi Indonesia melalui Program Organisasi Penggerak (POP), Lina menyadari bahwa metode pembelajaran yang selama ini diterapkan kurang menarik minat siswa. Lina kemudian mencoba membuat pajangan kelas dalam bentuk tulisan yang di tempel di dinding kelas dan menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran seperti permainan lempar bola, cerdas cermat, bermain peran serta diskusi kelompok. Tanpa disadarinya ternyata kegiatan pembelajaran sangat efektif dan bahkan tidak ada satu siswa pun yang ijin ke toilet. "Bahkan jam mengajar terasa kurang karena saking asyiknya," ujarnya. 

Ketika ditemui salah satu siswanya bernama Jeni, anak ini menyampaikan bahwa metode yang digunakan ibu gurunya saat mengajar sangat menyenangkan. "Saya senang belajar dengan banyak gambar yang berwarna warni tidak bosan,” ujarnya. 

Lina termotivasi membuat perubahan ini karena melalui media dan kelas yang literat secara tidak langsung beliau mampu membangkitkan minat atau ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran. “Jika anak tertarik dengan media yang kita buat pasti mereka akan mengikuti pembelajaran dengan baik,” ujarnya.

Lina berharap semua guru dapat lebih gesit dalam menciptakan pembelajaran menarik melalui media pembelajaran. "Semua guru di Indonesia harus mengikuti jaman dan tidak monoton karena anak jaman sekarang lebih kreatif berbeda dengan jaman kita dulu. Saat ini sudah banyak sumber yang bisa kita akses untuk menciptakan media pembelajaran yang dapat menarik minat anak untuk belajar."

“Terima kasih kepada Wahana Visi Indonesia yang telah memilih sekolah kami menjadi sekolah dampingan literasi untuk Program Organisasi Penggerak sehingga saya  bisa termotivasi membuat media pembelajaran yang menarik dan membantu siswa saya lancar membaca serta mengikuti pembelajaran dengan baik dan bahkan ruangan kelas saya sekarang lebih berwarna dan kaya akan tulisan sehingga anak-anak pada saat istirahat pun masih bisa sambil belajar” tuturnya.


Related Articles